:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251125_kemenkum251.jpg)
JATENG.COM, SEMARANG – Kementerian Hukum Jawa Tengah Wilayah menyelenggarakan kegiatan penguatan dan pembinaan mental bagi seluruh pegawai dalam rangka menciptakan aparatur yang memiliki integritas, disiplin, serta etika dalam menjalankan tugasnya, pada Selasa (31/3/2026), di Aula Kresna Basudewa.
Pemantapan dan pengembangan mental adalah langkah penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga karyawan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki ketahanan jiwa dalam menghadapi tekanan serta perubahan di tempat kerja.
Ini dianggap penting untuk membentuk lingkungan kerja yang sehat, efisien, dan berfokus pada pelayanan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, dalam pidatinya menekankan perlunya penguatan jiwa dari segi motivasi dan keseimbangan kehidupan.
"Kami perlu mengambil tanggung jawab dari segi motivasi. Jangan sampai kita kebingungan karena hidup hanya dianggap sebagai alat untuk bekerja. Harap berikan pencerahan agar kami memiliki keyakinan dalam menjalani kehidupan ini, sehingga dapat menjadi individu yang lebih baik," katanya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Guru Besar UIN Walisongo, Prof. Ali Murtadho, yang menyampaikan tausiah mengenai makna spiritual setelah Ramadan.
Dalam penyampaiannya, Prof. Ali menyampaikan bahwa halal bihalal bukan termasuk dalam ibadah yang ditujukan langsung kepada Allah SWT, sehingga bisa dilakukan kapan saja.
"Ini menjadi pelengkap setelah kita menyelesaikan ibadah pada bulan Ramadan. Idulfitri dapat diartikan sebagai kembalinya kepada kebersihan," katanya.
Ia juga menekankan perlunya sikap reflektif dalam menjalani kehidupan.
"Kita perlu memperhatikan kehidupan masing-masing dengan penuh perhatian. Semakin besar tanggung jawab seseorang, maka semakin berat pula beban yang harus ditanggung," katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh karyawan Kanwil Kemenkum Jawa Tengah mampu memperkuat semangat dan jiwa, sehingga dapat menjaga profesionalisme, meningkatkan produktivitas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pemantapan dan pengembangan mental karyawan memainkan peran penting dalam menciptakan aparatur yang tidak hanya kompeten dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas dan etika.
Dengan semangat yang tangguh, karyawan diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan serta memberikan kontribusi dalam mewujudkan pelayanan publik yang bermutu.
Hadiri acara tersebut, Kadiv Pelayanan Hukum, Tjasdirin, Kadiv Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Delmawati, Kepala Bapelkum Semarang, Rinto Gunawan Sitorus, Kepala BHP Semarang, Oryza, serta perwakilan dari Kanwil Kementerian HAM Jawa Tengah. (***)