Kehebatan Fattah 2: Rudal Hipersonik Mach 15 yang Mengancam Pertahanan AS-Israel -->

Kehebatan Fattah 2: Rudal Hipersonik Mach 15 yang Mengancam Pertahanan AS-Israel

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026
Kehebatan Fattah 2: Rudal Hipersonik Mach 15 yang Mengancam Pertahanan AS-Israel

bengkalispos.com– Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memuncak. Dalam situasi tersebut, Iran mengklaim telah menempatkan rudal hipersonik Fattah 2 dalam eskalasi terbaru terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Jika klaim tersebut benar, maka ini merupakan penggunaan operasional pertama rudal Fattah 2 yang dikenal sebagai versi lebih canggih dari Fattah generasi sebelumnya yang dimiliki oleh Republik Islam Iran.

Dikutip dari Times of India, Selasa (3/3/2026), beberapa video yang beredar di media sosial diduga menunjukkan peluncuran Fattah 2. Namun hingga saat ini, rekaman tersebut belum bisa diverifikasi secara mandiri.

Jurnal Military Watch memprediksi bahwa Iran kemungkinan besar telah memanfaatkan rudal seperti Fattah-1 dan Fattah 2 untuk menyerang target-target yang memiliki nilai strategis tinggi.

Kondisi dianggap mengalami perubahan besar setelah kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Intensitas serangan dilaporkan meningkat secara signifikan, bahkan kompleks tempat tinggalnya disebut menjadi salah satu target pada hari pertama perang.

Lalu seberapa besar kemampuan rudal Fattah 2?

Keunggulan rudal hipersonik Fattah 2

Dikutip dari Iranwatch.org, rudal Fattah 2 termasuk dalam kategori rudal balistik jarak menengah (MRBM) dengan jangkauan sekitar 1.500 kilometer.

Informasi mengenai beratnya belum diketahui, dengan menggunakan kombinasi bahan bakar padat satu tahap dan bahan bakar cair bersama MaRV. Menurut laporan First Post (20/11/2023), rudal ini diperkenalkan pada tahun 2023 ketika Iran meluncurkan rudal hipersonik terbarunya.

Teheran mengatakan senjata ini merupakan perkembangan dari rudal balistik hipersonik yang dibuat sendiri dan diklaim mampu melewati sistem pertahanan anti-balistik tercanggih milik Amerika Serikat dan Israel.

Saat itu, Fattah 2 ditampilkan dalam acara demonstrasi kemampuan Angkatan Udara Garda Revolusi Islam (IRGC) di Teheran, yang turut dihadiri oleh Almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pada kesempatan itu, Khamenei juga meminta negara-negara Muslim untuk sementara waktu memutuskan hubungan dengan Israel dalam peristiwa konflik dengan Hamas.

"Beberapa pemerintah Islam telah mengecam tindakan Israel dalam pertemuan-pertemuan, sementara yang lainnya tidak. Hal ini tidak dapat diterima," kata Khamenei.

Nama Fattah berarti "penakluk" dalam bahasa Persia. Menurut The Times of Israel, rudal ini dipamerkan di Universitas Ilmu dan Teknologi Aerosai Ashura yang dimiliki oleh IRGC.

Media semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa Fattah 2 dilengkapi dengan hulu ledak kendaraan peluncur hipersonik (HGV) yang mampu bergerak dan terbang dengan kecepatan sangat tinggi.

Rudal presisi dua tahap ini mampu menjangkau sasaran hingga 1.400 kilometer dengan kecepatan Mach 13 atau sekitar 16.000 km per jam, demikian laporan Tasnim.

Sementara itu, The Jerusalem Post melaporkan bahwa Fattah 2 mampu mencapai kecepatan Mach 20 atau sekitar 24.696 km per jam. The Times of Israel juga menyebutkan bahwa HGV tersebut terpisah dari hulu ledakannya.

Maju hingga 15 kali kecepatan suara

Rudal ini diklaim mampu melakukan manuver tajam guna menghindari sistem pertahanan lawan.

Menurut Tasnim, senjata ini dilengkapi dengan kepala ledak berbentuk bola yang menggunakan bahan bakar padat serta nozel yang bisa diatur, sehingga memungkinkannya bergerak ke berbagai arah, baik di dalam maupun di luar atmosfer Bumi.

Rudal hipersonik mampu bergerak dengan kecepatan 15 kali kecepatan suara dan memiliki jalur yang rumit, sehingga sulit dihadang dan dapat membawa peluru kendali hingga 200 kilogram menurut laporan Times of India.

Tiongkok dan Amerika Serikat diduga sedang mengembangkan teknologi yang serupa, sementara Rusia mengklaim telah menerapkan dan memanfaatkannya dalam konflik di Ukraina.

Pasukan Revolusi Islam dikenal memiliki persenjataan rudal balistik dalam jumlah yang besar.

Pada bulan Juni 2023, Iran meluncurkan rudal Fattah yang dikatakan oleh pejabat negara tersebut sebagai rudal balistik hipersonik pertama yang dikembangkan sendiri, menurut laporan dari kantor berita resmi IRNA.

Pada masa itu, pejabat mengungkapkan keinginan untuk memperluas jangkauan Fattah dari 1.400 kilometer menjadi 2.000 kilometer agar bisa mencapai Israel.

 

Sumber: Kompas.com

TerPopuler