Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-12 Ramadhan, Wajah Bersinar Seperti Bulan Purnama di Hari Kiamat -->

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-12 Ramadhan, Wajah Bersinar Seperti Bulan Purnama di Hari Kiamat

2 Mar 2026, Senin, Maret 02, 2026
Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-12 Ramadhan, Wajah Bersinar Seperti Bulan Purnama di Hari Kiamat
Ringkasan Berita:
  • Pada malam ke-12 Ramadan terdapat keistimewaan khusus: seseorang yang melakukan salat tarawih akan datang pada hari kiamat dengan wajah yang bersinar sebagaimana bulan purnama.
  • Shalat Tarawih hukumnya sunnah mubah, sangat disarankan dilakukan agar mendapatkan pahala dan keistimewaan spiritual.
  • Momentum malam ke-12 sebagai peneguh keteguhan, menjaga semangat beribadah hingga akhir bulan Ramadan dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.
 

bengkalispos.comBulan Puasa selalu menjadi masa yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia.

Selain menjalankan ibadah puasa, malam-malam bulan Ramadhan juga dimeriahkan dengan shalat tarawih.

Ibadah sunnah tidak hanya sebagai pelengkap, namun berfungsi sebagai cara untuk lebih dekat kepada Allah SWT dengan rasa khusyuk dan penuh harapan.

Memasuki malam yang ke-12 bulan suci Ramadhan, semangat umat Muslim dalam melaksanakan ibadah shalat tarawih diharapkan tetap terjaga dan bahkan semakin meningkat.

Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah serta mempererat hubungan dengan Allah SWT.

Setiap malam pada bulan yang penuh berkah ini dianggap memiliki keistimewaan khusus bagi mereka yang konsisten menjalankannya.

Di dalam kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khubawi disampaikan adanya keutamaan tertentu bagi umat Islam yang menjalankan shalat tarawih pada malam ke-12 bulan Ramadhan.

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa salah satu keistimewaan shalat tarawih pada malam ke-12 adalah bahwa seseorang yang menjalankannya akan memperoleh cahaya di wajahnya pada hari kiamat.

Hadis dalam buku tersebut mengatakan:

Dan pada malam yang ke dua belas datanglah hari kiamat, dan wajahnya seperti bulan purnama di malam purnama.

Artinya: Pada malam yang ke dua belas, ketika hari kiamat tiba, wajahnya bercahaya seperti bulan pada malam purnama.

Disebutkan bahwa seseorang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam tersebut akan datang pada hari kiamat dengan wajah yang bercahaya seperti bulan purnama.

Wajah yang bersinar seperti bulan purnama mengandung makna yang dalam.

Cahaya tersebut menggambarkan kehormatan, ketenangan, serta perlindungan dari gelap dan rasa takut yang mengelilingi hari kemenangan.

Janji ini menjadi semangat rohani yang kuat bagi setiap umat Muslim agar tidak melemahkan ibadahnya, terutama ketika Ramadan memasuki fase tengah.

Hari ke-12 juga menjadi tanda hampir berakhirnya tahap kedua Ramadhan yang dikenal sebagai tahap pengampunan.

Pada tahap ini, semangat sebagian jamaah biasanya mulai menurun.

Meskipun demikian, kesempatan untuk mendapatkan pengampunan dan keistimewaan masih tersedia secara luas.

Shalat tarawih merupakan sunnah muakkad, yaitu ibadah sunnah yang sangat disarankan untuk dilakukan.

Meskipun tidak diwajibkan, keistimewaan yang ditawarkan sangat besar.

Menghabiskan malam-malam yang penuh berkah tanpa berupaya meraih kebaikan pasti menjadi kerugian bagi setiap orang yang beriman.

Oleh karena itu, malam ke-12 bisa menjadi titik peneguhan komitmen untuk tetap konsisten hingga akhir bulan Ramadhan.

Jangan biarkan semangat hanya menyala di awal bulan, lalu memudar di tengahnya.

Justru pada tahap ini ketekunan diuji.

Niat Shalat Tarawih

- Niat sholat tarawih berjamaah:

Saya melaksanakan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum kepada Allah Ta'ala.

Saya melaksanakan shalat sunnah tatawwu' dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam untuk Allah Ta'ala

Artinya: Aku berniat shalat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.

- Niat shalat tarawih sendiri:

Saya melaksanakan shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat kepada Allah Ta'ala

Saya melaksanakan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat kepada Allah Ta'ala

Artinya: Aku berniat melakukan shalat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah SWT.

Niat shalat Tarawih sebagai imam:

Saya melaksanakan shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam untuk Allah Yang Maha Tinggi.

Ushalli sunnah tatawwu' al-tarawih dua raka'at menghadap kiblat dengan imam untuk Allah Yang Maha Tinggi.

Artinya: Aku berniat melaksanakan shalat sunnah tarawih dua raka'at dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'alaa.

Marilah kita manfaatkan momen malam ke-12 sebagai pengingat bahwa setiap langkah menuju masjid, setiap rakaat yang dikerjakan, dan setiap doa yang diucapkan akan menjadi cahaya penerang pada hari perhitungan nanti.

Semoga kita termasuk dalam golongan hamba yang datang dengan wajah bersinar, penuh kehormatan, serta memperoleh ridha Allah SWT.

Artikel ini sudah dipublikasikan di Sripoku.com

Berita lainnya yang diperbarui di bengkalispos.com dan Google News

TerPopuler