Kisah Ijazah Jokowi: Rismon Senyum Dikaitkan Gibran, Dapat Parcel Besar -->

Kisah Ijazah Jokowi: Rismon Senyum Dikaitkan Gibran, Dapat Parcel Besar

14 Mar 2026, Sabtu, Maret 14, 2026

bengkalispos.com - Wakil Presiden (Wapres) GibranRaka Buming Raka dan Rismon Sianipar telah berjumpa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026) dalam kaitannya dengan masalah ijazah Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).

Gibran saat itu menyebut mereka seperti saudara setelah Rismon, penulis buku berjudul "Jokowi's White Paper", menyampaikan permintaan maaf.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengadakan pertemuan dengan ilmuwan dan pakar forensik digital Rismon Sianipar di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko

Berdasarkan pengamatan di lokasi, Rismon bersama dengan kuasa hukumnya tiba di Istana Wakil Presiden sekitar pukul 10.00 WIB.

Pertemuan antara Gibran dan Rismon diadakan secara rahasia terhadap para awak media.

Setengah jam kemudian, Gibran danRismon Sianiparkeluar dari ruangan Wakil Presiden, lalu berbicara dengan para jurnalis.

Gibran mengenakan setelan jas biru gelap dan kemeja putih, berdiskusi singkat serta berjabat tangan dengan Rismon.

"Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Pokoknya kita ini seperti saudara. Sudah, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi," ujar Gibran sambil memeluk Rismon.

Rismon tampak tersenyum ketika berdiri bersama Gibran.

Sebelum Rismon pergi dari lokasi, Gibran memberikan sebuah kemasan besar kepada peneliti asal Balige, Sumatera Utara tersebut.

"Kamu mau pulang kampung, ya," kata Gibran kepadaRismon.

Mendengar hal tersebut, Rismon tertawa sambil mengangkat kemasan hadiah meskipun sedikit kesulitan karena ukurannya yang besar.

Rismon yang menjadi tersangka terkait tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan permintaan maaf dan penjelasan melalui saluran YouTube Balige Academy yang diunggah pada hari Rabu (11/3).

Melalui penjelasan tersebut, Rismon menemukan beberapa temuan baru yang ia pertanggungjawabkan secara ilmiah dan akademis, salah satunya berkaitan dengan keaslian ijazah Jokowi.

Menurutnya, objek penelitian, seperti embos dan tanda air pada ijazah, menunjukkan konsistensi yang mendukung bukti keaslian ijazah tersebut.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan masyarakat terkait temuan terbaru mengenai ijazah Jokowi.

Permintaan maaf merupakan wujud tanggung jawab setelah melakukan penelitian.ijazah Jokowi ada perubahan.

"Tentu, saya juga meminta maaf kepada publik, terutama kepada pihak yang terkait seperti Bapak Joko Widodo, itulah tanggung jawab seorang peneliti yang harus tetap independen, siap menghadapi kritik dan hinaan dengan berbagai narasi yang mereka inginkan," kata Rismon.

Dengan permintaan maaf tersebut, Wakil Presiden Gibran dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis (12/3) malam, menyatakan bahwa Ramadan adalah bulan yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat hubungan persaudaraan.

"Ramadan merupakan bulan yang sangat baik dalam hal saling memaafkan dan memperkuat hubungan persaudaraan," kata Gibran.

Gibran juga menghargai pernyataan dan pendirian Rismon yang telah memberikan penjelasan serta bersedia meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat.

Tindakan tersebut dianggap mencerminkan kematangan dalam berdemokrasi.(ant/jpnn)

TerPopuler