SURAT KABAR - PANDANGAN RAKYAT -Konsumsi minuman manis atau minuman yang mengandung pemanis di Indonesia terus meningkat. Hal ini bahkan berpotensi membuat masyarakat melebihi batas aman konsumsi gula harian. Padahal, kelebihan gula dari minuman tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr Zuraidah Nasution menyampaikan, batas konsumsi gula yang disarankan dalam sehari adalah sekitar 10% dari kebutuhan energi harian. Jika rata-rata kebutuhan energi mencapai 2.000 kilokalori, maka kira-kira 50 gram gula atau setara dengan empat sendok makan.
Zuraidah menyampaikan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman bersoda di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam dua puluh tahun terakhir. Indonesia pernah tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi minuman manis tertinggi di kawasan Asia.
Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi gula dari minuman manis bisa mencapai sekitar 50% dari batas harian yang disarankan. "Itu hanya berasal dari minuman saja. Belum termasuk makanan atau produk olahan lainnya yang mengandung gula tambahan," ujar Zuraidah dalam pernyataan pers, Jumat 26 Maret 2026.
Keadaan ini, menurut Zuraidah, semakin memburuk karena mudahnya akses terhadap minuman manis. Contohnya, minuman dalam kemasan, minuman siap saji seperti teh manis, boba, dan kopi terbaru yang sering kali tidak menyertakan informasi kandungan gula secara jelas.
Menurut Zuraidah, kebiasaan mengonsumsi minuman manis sering kali terbentuk sejak masa kanak-kanak dan bisa berlanjut hingga dewasa. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan yang lebih baik.
Zuraidah menyarankan para orangtua agar tidak terbiasa menyimpan minuman yang mengandung pemanis di dalam rumah. Selain itu, ia juga mendorong anak-anak untuk terbiasa membaca informasi nilai gizi yang tercantum pada kemasan produk.
"Secara sederhana, kita dapat mengurangi risiko anak menjadi kecanduan terhadap minuman berpemanis. Misalnya, dengan tidak menyimpan minuman manis di rumah atau mengajak anak memilih minuman yang memiliki kadar gula lebih rendah," ujar Zuraidah.
Zuraidah menekankan bahwa tidak perlu sepenuhnya menghindari minuman manis. Namun, penting untuk mengatur penggunaan gula dengan bijak.