
Ringkasan Berita:
- Kepolisian mengungkap informasi terbaru mengenai ledakan kembang api yang terjadi di rumah Minten, Ponorogo, Jawa Timur.
- Ledakan yang diduga terjadi saat dua remaja sedang membuat bahan bakar petasan di teras rumah, dan percikan api dari rokok diperkirakan menjadi penyebab ledakan tersebut.
- Akibat kejadian tersebut, seorang siswa meninggal di tempat kejadian dan satu korban lainnya meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
NEWS.COM, PONOROGO –Informasi terbaru mengenai ledakan kembang api yang terjadi di rumah Minten, Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dari pihak kepolisian, ledakan diduga terjadi ketika dua remaja sedang membuat bahan petasan di teras rumah.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyatakan bahwa bubuk kembang api yang meledak itu milik RF, anak dari pemilik rumah Minten.
RF diketahui membuat kembang api bersama temannya, AF.
"Serbuk petasan yang meledak adalah milik RF yang meninggal di tempat kejadian. RF merupakan anak dari pemilik rumah," kata Imam Mujali, Minggu (8/3/2026).
RF dan AF diduga sedang membuat bahan peledak yang akan dimasukkan ke dalam gulungan petasan sehingga menjadi mercon yang siap meledak.
Pengadukan dilakukan di teras rumah, tepat di depan pintu tengah.
Petugas menemukan wadah berbentuk panci aluminium yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan serbuk petasan di lokasi kejadian.
Polisi mengira ledakan terjadi karena percikan api dari rokok ketika kedua korban sedang menyiapkan bahan peledak tersebut.
"Diduga keduanya sedang membuat bahan bakar sambil merokok. percikan api dari rokok diduga menyentuh bubuk petasan sehingga memicu ledakan. Di tempat kejadian juga ditemukan korek api," ujar Imam.
Selain kedua korban, di dalam rumah juga terdapat tiga anak yang memiliki status Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Namun hingga saat ini belum ditemukan bukti yang menunjukkan keterlibatan mereka dalam kepemilikan maupun pembelian bahan petasan tersebut.
Di sisi lain, seorang saksi dengan inisial HA yang datang ke rumah korban untuk mengembalikan kunci motor juga mengalami luka.
Saat akan menyerahkan kunci kepada RF, tiba-tiba terjadi ledakan.
"HA mengalami cedera akibat ledakan tersebut," ujar Imam.
Polisi juga menyebutkan Minten, ibu dari korban RF, serta RN yang merupakan kakak korban, masih dalam keadaan syok sehingga belum bisa diwawancarai.
Selain itu, bukti berupa sisa bubuk kembang api yang ditemukan di lokasi kejadian saat ini sedang diajukan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
"Hasil pengujian laboratorium akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan selesai," katanya.
Kronologi kejadian
Ledakan kembang api terjadi pada hari Minggu (1/3/2026) sore menjelang waktu maghrib.
Kejadian tersebut menggegerkan rumah Minten yang terletak di Dusun Cuwet RT 02 RW 02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.
Akibat ledakan tersebut, seorang siswa SMP dengan inisial RF meninggal di tempat kejadian. Sementara korban lainnya, AF, meninggal setelah menjalani perawatan selama empat hari di RSUD dr Harjono Ponorogo.
Polisi hingga saat ini masih terus menyelidiki penyebab pasti dari ledakan tersebut.