Malioboro Jadi Tujuan Utama Wisatawan Yogyakarta -->

Malioboro Jadi Tujuan Utama Wisatawan Yogyakarta

23 Mar 2026, Senin, Maret 23, 2026

KAWASAN Malioboro di Kota Yogyakartamasih menjadi destinasi favorit para wisatawan pada liburan Lebaran 2026 ini. PemantauanTempo, kawasan tersebut selama Sabtu hingga Minggu, 21-22 Maret terus ramai dikunjungi pengunjung, terutama mulai siang menjelang sore hingga malam hari.

Lalu lintas di pusat kota mengalami peningkatan yang besar, terutama dari kendaraan dengan plat nomor luar daerah. Meskipun demikian, banyak juga penduduk asli kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang datang untuk berwisata.

Membawa keluarga ke sini dengan sengaja (Malioboro) karena dekat rumah masih banyak yang libur, toko-toko, warung, dan restorannya," kata Wahyu, 35, pengunjung dari Kulon Progo, Minggu, 22 Maret 2026.

Meskipun demikian, selama liburan ini, ia dikunjungi oleh sejumlah kerabat jauh dari luar Yogyakarta, seperti dari Sragen dan Bandung, yang ingin merayakan Lebaran sambil berlibur.

"Jadi pagi hingga siang sudah bermain ke pantai, lalu sore hingga malam berjalan-jalan di Malioboro," kata Rizky yang mengajak beberapa kerabatnya berkeliling kawasan tersebut.

Selanjutnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Yogyakarta, Ajun Komisaris Polisi Alvian Hidayat menyampaikan bahwa jumlah kendaraan serta kunjungan di Malioboro terlihat meningkat sejak sore hari Sabtu. "Puncak kemacetan terjadi terutama pada siang hingga malam hari," kata Alvian.

Jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Yogyakarta diperkirakan mulai meningkat, sekitar 300.000 unit setiap harinya. Beberapa di antaranya mengunjungi Malioboro.

Menurutnya, lonjakan ini biasanya terjadi dalam dua tahap, yaitu pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, lalu kembali meningkat antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, sebelum akhirnya mulai menurun menjelang tengah malam.

Alvian menuturkan bahwa aktivitas ini dipengaruhi oleh para wisatawan yang selesai melakukan kunjungan dari wilayah Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Mereka kemudian memasuki pusat kota pada saat sore hari mendekati waktu Magrib.

Petugas kepolisian dan dinas perhubungan telah ditempatkan di berbagai lokasi untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan kelancaran lalu lintas di Malioboro. Mulai dari jalur Gumaton, Pos Teteg, Sosrowijayan, hingga Titik Nol Kilometer.

Petugas menyiapkan mekanisme pengaturan aliran lalu lintas jika kepadatan lalu lintas tidak bergerak. Seperti di sebelah utara Hotel Grand Inna Yogyakarta. Jika jumlah kendaraan terus meningkat, arus akan dialihkan ke jalur Pasar Kembang agar tetap terjaga kelancarannya.

Hanya itu, agar memastikan kelancaran lalu lintas di Kota Yogya tidak terganggu karenaoverload, petugas juga menyusun rencanabarricadedi luar dan dalam kota

Jika jalur Malioboro tidak mampu menangani jumlah kendaraan, arus lalu lintas dari Jembatan Kleringan akan diwajibkan berbelok dan akses hanya bisa dilalui melalui Jalan Mataram. Selain itu, pengaturan lalu lintas di Simpang Kridosono dan Simpang Pingit juga telah disiapkan untuk mengurangi beban kendaraan yang menuju kawasan Tugu dan Nol KM agar kelancaran lalu lintas tetap terjaga.

Selama liburan Lebaran, Yogyakarta tidak mengadakan Car Free Night atau jalan tanpa kendaraan bermotor di Malioboro. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada para wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di Yogyakarta.

Banyaknya minat para wisatawan ke Yogyakarta juga terlihat dari data angkutan kereta api yang mencapai titik tertingginya pada H+1 Lebaran.

Kepala Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa pada hari Minggu, 22 Maret, tercatat rekor tertinggi dengan jumlah total 61.554 penumpang yang naik dan turun di area Daop 6.

Pilihan Editor: Dua Sisi Peningkatan Jumlah Wisatawan di Yogyakarta

Dari jumlah tersebut, kedatangan penumpang mencapai 32.854 orang, di mana Stasiun Yogyakarta menjadi tempat kedatangan terbesar dengan melayani 12.127 penumpang.

"Rekor kedatangan tertinggi ini menunjukkan bukan hanya arus mudik, tetapi juga mulai bergeraknya masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata dengan memanfaatkan sisa cuti bersama," ujarnya.

Feni menyebutkan bahwa tingkat pengisian tiket secara keseluruhan telah mencapai 86 persen, yaitu sebanyak 459.948 tiket dari total kapasitas yang tersedia hingga tanggal 1 April 2026.

Pilihan Editor: Kembali ke Gang Rukunan: Dua Pintu Masuk Kotagede Yogyakarta

TerPopuler