
Ringkasan Berita:
- Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan keyakinan pada bulan ini adalah mendengarkan ceramah dari pemateri.
- Contoh khutbah singkat untuk 29 Ramadhan 1447 H/2026
PRIANGAN.COM– saudara-saudari, di sisa bulan suci Ramadan ini, mari kita bersama-sama terus melaksanakan amalan peningkatan ilmu agama pada akhir bulan Ramadan ini.
Salah satu caranya adalah dengan terus mengikuti kultum atau ceramah.
Kultum merupakan singkatan dari kuliah yang berlangsung selama tujuh menit, yang berisi pesan atau nasihat baik kepada sesama umat Islam di hadapan umum.
Kultum umumnya disampaikan oleh dai, ustadz, tokoh masyarakat, atau para ayah yang bertanggung jawab dalam mengisi acara tersebut.
Tentu, berikut beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Pada bulan Ramadan, kultum umumnya mudah ditemukan dan disampaikan sebelum waktu berbuka puasa, sebelum salat tarawih, atau setelah shalat subuh. 2. Di bulan Ramadan, kultum biasanya tersedia dan disampaikan sebelum berbuka puasa, sebelum salat tarawih, atau setelah subuh. 3. Pada bulan Ramadan, kultum sering diadakan dan disampaikan sebelum waktu berbuka, sebelum salat tarawih, atau setelah shalat subuh. 4. Kultum biasanya dapat ditemui dengan mudah selama bulan Ramadan, baik sebelum berbuka puasa, sebelum salat tarawih, maupun setelah subuh. 5. Dalam bulan Ramadan, kultum biasanya disampaikan sebelum waktu berbuka, sebelum salat tarawih, atau setelah subuh, dan mudah ditemukan.
Maka, berikut ini contoh kultum untuk 29 Ramadan 1447 H/19 Maret 2026.
Judul: Bulan Ramadan sebagai Masa Refleksi Diri
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji hanya kepada Allah SWT yang telah memberi kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan mulia Ramadan, bulan yang penuh berkah dan pengampunan. Shalawat serta salam kami hantarkan kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk memikirkan makna Ramadan sebagai bulan perenungan diri. Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu untuk merenungkan diri, membersihkan jiwa, serta meningkatkan kualitas ibadah dan rasa takwa kepada Allah SWT.
1. Pemikiran Diri: Evaluasi terhadap Tindakan yang Dilakukan
Allah SWT menyampaikan dalam Al-Quran:
Wahai orang-orang yang beriman, takutilah Allah dan perhatikanlah dirimu apa yang telah kamu persiapkan untuk esok. Dan takutilah Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Maknanya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwa lah kepada Allah dan biarlah setiap orang memperhatikan apa yang telah ia lakukan untuk hari esok (akhirat), serta bertakwa lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat mengetahui apa yang kalian lakukan." (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa mengevaluasi diri: Apakah ibadah kita sudah tepat? Apakah hubungan kita dengan orang lain sudah baik? Apakah kita telah memanfaatkan waktu secara maksimal untuk kebaikan?
2. Puasa Ramadhan sebagai Masa Pembersihan Jiwa
Selain menjadi masa untuk merenung, Ramadan juga merupakan bulan yang digunakan untuk membersihkan jiwa dari sifat-sifat negatif seperti dengki, iri hati, sombong, dan marah. Nabi Muhammad SAW pernah berkata:
Jika hari puasa kalian, maka janganlah berbicara kotor dan janganlah bersikap kasar. Jika seseorang menghina atau memerangi kalian, maka katakanlah: Aku sedang berpuasa.
Maknanya: "Jika salah satu dari kalian berpuasa, janganlah ia mengucapkan kata-kata kasar atau bersuara keras. Jika seseorang menghina atau memancingnya untuk bertengkar, maka ia sebaiknya berkata, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'" (HR. Bukhari & Muslim)
Berdasarkan hadis ini, kita diajarkan bahwa puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan diri dari ucapan dan tindakan yang tidak baik. Inilah waktu yang tepat untuk melatih diri agar lebih sabar, lebih pengampun, dan lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan.
3. Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Keimanan
Ramadan merupakan kesempatan istimewa untuk memperkuat ibadah kita. Terdapat banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah dalam bulan ini, salah satunya adalah malam Lailatul Qadar, malam yang lebih unggul daripada seribu bulan.
Maka, mari kita manfaatkan bulan ini untuk meningkatkan jumlah sholat, membaca Al-Quran, berdzikir, dan berdoa. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa kita isi dengan amal baik. Seperti perkataan Rasulullah SAW:
Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Maknanya: "Siapa saja yang melaksanakan sholat malam pada bulan Ramadhan dengan penuh keyakinan dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang lalu akan dihapuskan." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadirin sekalian,
Ramadan merupakan momen istimewa yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Manfaatkan masa ini untuk merenung, membersihkan jiwa, dan memperkuat ibadah. Jadikan bulan Ramadan ini sebagai awal perubahan untuk menjadi diri yang lebih baik dan semakin dekat dengan Allah SWT.
Semoga kita semua mampu memanfaatkan bulan yang mulia ini secara maksimal dan meraih pengampunan serta kecintaan Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News