
JATENG.COM, BATANG -Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya mengurangi jumlah anak yang tidak sekolah serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Salah satu tindakan nyata yang dilakukan adalah memberikan program Kejar Paket B dan Paket C secara gratis kepada masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.
Kepala Daerah Batang, M Faiz Kurniawan, menyatakan bahwa rata-rata lamanya pendidikan masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di wilayahnya.
"Jika harapan lama sekolah telah meningkat cukup drastis dan signifikan. Artinya kesadaran keluarga untuk mengirimkan anaknya ke sekolah sudah sangat tinggi. Namun tantangan kita adalah masa lalu," ujar Bupati Batang kepada jateng, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, masih banyak warga yang kini sudah dewasa dan masuk usia produktif bekerja, tetapi belum memiliki ijazah setidaknya SMA.
Situasi itu menjadi hambatan ketika mereka melamar pekerjaan.
Untuk menangani masalah tersebut, Pemkab Batang menyediakan dana khusus pada tahun ini agar dapat mendanai program Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) secara gratis.
"Kami telah menyiapkan program Paket C dan Paket B secara gratis tahun ini. Ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan bagi yang belum mendapatkan pendidikan dengan baik," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal untuk memanfaatkan program tersebut. Dengan sertifikat setara SMA, kesempatan kerja dianggap akan semakin terbuka.
Merespons anggapan bahwa sekolah di usia dewasa terlalu terlambat untuk mencari pekerjaan, Faiz menyatakan bahwa saat ini aturan ketenagakerjaan dari pemerintah pusat tidak lagi mengatur batas usia pelamar.
"Sekarang dari Kementerian Ketenagakerjaan telah dikeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa tidak boleh ada pembatasan usia dalam mendapatkan pekerjaan," katanya.
Namun demikian, ia mengakui salah satu hambatan utama di lapangan adalah persyaratan pendidikan dasar yang biasanya masih membutuhkan lulusan SMA.
"Nah, pendidikan minimalnya banyak yang masih mengharuskan lulusan SMA. Ini yang diharapkan bisa kita capai melalui program kejar paket," tegasnya.
Selain program kesetaraan untuk warga dewasa, Pemkab Batang terus berupaya agar anak-anak yang berusia sekolah tidak menghentikan pendidikannya melalui kebijakan rutin, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Bagi para siswa dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, tersedia bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Batang berharap tidak hanya meningkatkan tingkat partisipasi pendidikan, tetapi juga memperbaiki kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan.
"Semoga tidak ada lagi warga Batang yang mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan hanya karena masalah ijazah," tutupnya. (Ito)