Pemprov Gorontalo Dukung Pengembangan Prodi Dokter Spesialis di UNG -->

Pemprov Gorontalo Dukung Pengembangan Prodi Dokter Spesialis di UNG

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026
Pemprov Gorontalo Dukung Pengembangan Prodi Dokter Spesialis di UNG TERAS GORONTALO-Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan dukungan penuh terhadap pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis Fakultas Kedokteran di kawasan Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Peluncuran program tersebut dilaksanakan di Ballroom UTC Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (3/3/2026).

Program yang secara resmi dibuka mencakup Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran UNG.

Selain itu, juga diluncurkan subspesialis Ilmu Kesehatan Anak serta Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer yang diadakan berkat kerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Khairul Munadi, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, para kepala daerah, para akademisi, serta tenaga kesehatan.

Pada pidatonya, Gusnar Ismail menekankan bahwa perkembangan pendidikan kedokteran merupakan bagian dari strategi utama untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat di Gorontalo.

Ia mengakui bahwa pendidikan dokter spesialis memerlukan dana yang besar, sedangkan kemampuan keuangan daerah masih terbatas.

"Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak agar fakultas yang secara langsung berdampak pada kebutuhan masyarakat dapat terus berkembang," kata Gusnar.

Ia juga menekankan perlunya kerja sama regional, khususnya antara UNG dan Unsrat, dalam mempercepat perkembangan pendidikan dokter spesialis di wilayah timur Indonesia.

Di sisi lain, Rektor UNG, Eduart Wolok, menyebut peluncuran program ini sebagai momen bersejarah bagi Gorontalo. Menurutnya, keterbatasan jumlah dokter spesialis selama ini menjadi tantangan yang signifikan di wilayah timur Indonesia.

"Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat ini harus kami balas dengan komitmen dalam menjaga kualitas pendidikan serta menghasilkan lulusan yang berkompeten," tegas Eduart.

Kepala Badan Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Khairul Munadi, menyampaikan bahwa pembukaan program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional percepatan pemerataan dokter spesialis dan subspesialis menuju Indonesia Sehat 2045.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah membuka lebih dari 160 program spesialis dan subspesialis baru di berbagai wilayah, termasuk Gorontalo yang sebelumnya tidak memiliki program PPDS.

"Percepatan ini perlu diiringi dengan peningkatan standar dan mutu pendidikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujar Khairul.

Dengan adanya pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di Gorontalo, diharapkan akses layanan kesehatan menjadi lebih luas, mutu pelayanan medis meningkat, serta kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah tersebut dapat tercukupi secara berkelanjutan.

TerPopuler