Perang AS-Israel vs Iran, pariwisata terpuruk, kerugian US$600 juta per hari -->

Perang AS-Israel vs Iran, pariwisata terpuruk, kerugian US$600 juta per hari

14 Mar 2026, Sabtu, Maret 14, 2026

bengkalispos.com,BANDA ACEH — Perselisihan antara AS-Israel dengan Iran mulai memberi tekanan pada sektor pariwisata Timur Tengah, dengan kerugian potensial mencapai setidaknya 600 juta dolar AS per hari akibat gangguan penerbangan dan menurunnya kepercayaan para wisatawan.

Dampak dari konflik tersebut telah dirasakan secara luas di industri perjalanan dunia, mulai dari maskapai penerbangan hingga penginapan. Ketegangan geopolitik juga menyebabkan pembatalan banyak penerbangan yang semakin memperparah keterhubungan wilayah. World Travel & Tourism Council (WTTC) mengatakan bahwa meningkatnya ketegangan di Iran telah memberikan dampak pada sektor perjalanan dan pariwisata regional.

"Konflik yang memburuk di Iran telah memengaruhi perjalanan dan pariwisata di Timur Tengah, menyebabkan penurunan pengeluaran wisatawan internasional sekitar 600 juta dolar AS setiap hari," tulis WTTC, dilaporkan Jumat (13/3/2026).

Berdasarkan laporan Gulf News, Timur Tengah menyumbang sekitar 5% dari jumlah wisatawan internasional di dunia dan 14% dari lalu lintas penerbangan transit global. Karena itu, gangguan kecil di kawasan ini bisa berdampak besar terhadap permintaan perjalanan global, serta memengaruhi berbagai sektor seperti bandara, maskapai penerbangan, hotel, penyewaan kendaraan, hingga industri kapal pesiar.

WTTC juga melaporkan bahwa sebelum konflik, wilayah Timur Tengah diharapkan mampu mencatatkan pengeluaran wisatawan internasional sebesar 207 miliar dolar AS sepanjang tahun 2026. Namun, hambatan dalam perjalanan akibat konflik menyebabkan potensi ekonomi tersebut menghadapi risiko penurunan yang cukup besar.

Selain mengganggu sektor pariwisata, konflik juga menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan penerbangan regional. Data dari perusahaan konsultan penerbangan Cirium menunjukkan bahwa lebih dari 92.000 penerbangan direncanakan untuk berangkat atau tiba di Timur Tengah antara tanggal 28 Februari hingga 12 Maret, tetapi lebih dari 49.000 penerbangan telah dibatalkan.

Gangguan terbesar terjadi di beberapa pusat penerbangan di Teluk. Gulf News melaporkan bahwa Doha membatalkan 288 dari 308 penerbangan, sementara Bahrain membatalkan 92 dari 93 penerbangan yang direncanakan, menunjukkan hampir seluruh kegiatan pemberangkatan terhenti sementara.

Namun, beberapa bandara utama tetap beroperasi dengan jadwal yang terbatas. Di Bandara Internasional Dubai (DXB), terdapat 387 penerbangan yang tercatat dengan 87 pembatalan, sementara sekitar 153 penerbangan telah tiba atau lepas landas, sehingga kegiatan di bandara masih berjalan meskipun mengalami gangguan.

Bandara Internasional Abu Dhabi mengalami gangguan yang lebih sedikit, dengan 23 penerbangan dibatalkan dari total 101 penerbangan yang direncanakan, sehingga sebagian besar penerbangan tetap berjalan.

WTTC menganggap sektor pariwisata masih memiliki ketahanan yang kuat meskipun menghadapi tekanan akibat konflik. Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, menyatakan bahwa industri pariwisata mampu pulih secara cepat jika pemerintah dan sektor ini bekerja sama dalam membangun kembali kepercayaan para wisatawan.

"Sejarah membuktikan sektor ini mampu pulih dengan cepat, khususnya ketika pemerintah memberikan dukungan kepada wisatawan melalui bantuan penginapan atau pemulangan. Dalam beberapa contoh, pemulihan di sektor pariwisata bisa terjadi hanya dalam waktu dua bulan," ujar Gloria.

Ia menyampaikan bahwa komunikasi yang jelas serta koordinasi yang baik antara sektor pemerintah dan swasta merupakan kunci dalam memulihkan industri pariwisata pasca krisis keamanan.

"Komunikasi yang jelas, koordinasi yang baik antara sektor pemerintah dan swasta, serta tindakan yang memperkuat keamanan dan stabilitas sangat penting dalam membangun kembali kepercayaan para wisatawan dan mendukung pemulihan sektor ini," kata Gloria.

Sebelum terjadinya konflik, Dubai mencatatkan kinerja pariwisata yang sangat baik. Gulf News melaporkan bahwa kota ini mampu menarik 19,59 juta pengunjung internasional sepanjang tahun 2025, meningkat sekitar 5% dibanding tahun sebelumnya, dengan tingkat okupansi hotel melebihi 80%.

Peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran kini berpotensi menghambat momentum tersebut. Gangguan dalam transportasi udara dan penurunan kepercayaan dari para wisatawan dapat memengaruhi alur perjalanan internasional menuju wilayah Timur Tengah.

TerPopuler