Perang Iran, AS-Israel Ancam Harga Minyak Tembus USD 100 -->

Perang Iran, AS-Israel Ancam Harga Minyak Tembus USD 100

2 Mar 2026, Senin, Maret 02, 2026
Perang Iran, AS-Israel Ancam Harga Minyak Tembus USD 100

bengkalispos.comPeningkatan ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berujung pada penutupan Selat Hormuz diperkirakan akan menyebabkan kenaikan signifikan harga minyak global. Bahkan, harga minyak disebut bisa mencapai USD 100 per barel jika konflik berlangsung terus-menerus dan membesar.

Ahli ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak mulai terasa sejak serangan pertama terhadap Iran terjadi.

"Jadi serangan pertama terhadap Iran telah meningkatkan harganya menjadi USD 67 per barel. Selanjutnya naik lagi menjadi USD 70, dan setelah penutupan akan mencapai angka USD 80-an," kata Fahmy saat dihubungi, Senin (2/3).

Menurutnya, dampak langsung dari konflik di kawasan Timur Tengah hampir pasti akan menyebabkan kenaikan harga minyak global secara signifikan. Hal ini karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat utama produksi dan penyebaran energi dunia.

"Jadi dampak langsung dari perang tersebut, harga minyak global pasti akan meningkat secara signifikan," katanya dengan tegas.

Fahmy menambahkan, letak Selat Hormuz sangat penting karena menjadi jalur utama pengangkutan minyak dan gas dunia. Jika jalur ini ditutup, maka pasokan energi global akan terganggu.

"Apalagi Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor dan impor minyak, gas, serta komoditas lainnya," katanya. Akibat gangguan distribusi tersebut, pasokan minyak global secara otomatis berkurang. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini menjadi penyebab utama kenaikan harga.

"Maka, hal ini mengurangi pasokan sebelumnya, sehingga harga akan semakin naik. Bahkan, jika perang membesar, pergerakan harga bisa mencapai USD 100 per barel," kata Fahmy.

Ia menegaskan, skenario terburuk akan terjadi jika konflik semakin membesar dan penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam jangka panjang. Salah satu yang paling terkena dampak adalah harga minyak mentah yang berisiko naik hingga USD 100 per barel.

"Ya, jika perang membesar, Selat Hormuz ditutup, dan dalam jangka waktu yang lama, hal ini bisa membuat harga naik hingga USD 100 per barel," tegasnya. (*)

TerPopuler