Preview Persijap vs Persis Solo: Derbi Jateng di Zona Degradasi, Laskar Kalinyamat Pernah Dihancurkan -->

Preview Persijap vs Persis Solo: Derbi Jateng di Zona Degradasi, Laskar Kalinyamat Pernah Dihancurkan

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026
Preview Persijap vs Persis Solo: Derbi Jateng di Zona Degradasi, Laskar Kalinyamat Pernah Dihancurkan
Ringkasan Berita:
  • Laga Persijap Jepara melawan Persis Solo akan berlangsung pada Kamis (5/3/2026) di Stadion Gelora Bumi Kartini, pertandingan penting yang menentukan posisi di bagian bawah klasemen.
  • Persijap berada di peringkat 15 (19 poin), hanya sedikit unggul dari area degradasi; Persis di urutan 17 (16 poin) juga harus menang.
  • Tim tuan rumah memiliki tiga kemenangan beruntun di kandang, sementara Persis datang dengan rasa percaya diri setelah mengalahkan Persik dengan skor 2-1.
 

SOLO.COM, SOLO - Pertandingan lanjutan BRI Super League akan menyajikan pertemuan sengit antara Persijap Jepara melawan Persis Solo, Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Laga ini bukan hanya pertandingan antara tim Jawa Tengah, tetapi juga menjadi taruhan nasib dua klub yang masih terjebak di bagian bawah klasemen.

Posisi Klasemen Masih Rawan

Hingga mendekati minggu ke-24, Persijap berada di posisi ke-15 dengan total 19 poin (5 kali menang, 4 kali imbang, 14 kali kalah).

Mereka hanya sedikit unggul dari zona degradasi yang dihuni PSBS Biak (18 poin), Persis Solo (16 poin), dan Semen Padang (16 poin).

Keadaan ini menyebabkan Laskar Kalinyamat belum sepenuhnya dalam kondisi aman.

Selisih poin yang sempit menjadikan setiap pertandingan seolah-olah menjadi final. Kemenangan melawan Persis akan sangat penting untuk menjauhkan diri dari ancaman terdegradasi.

Ambisi Pemilik Rumah: Pastikan Tiga Poin Diperoleh

Pelatih Persijap, Mario Lemos, menegaskan bahwa timnya perlu bermain dengan penuh semangat, khususnya ketika tampil di kandang.

Dukungan dari ribuan pendukung di Stadion Gelora Bumi Kartini diharapkan menjadi semangat tambahan bagi Wahyudi Hamisi dan rekan-rekannya.

Pelatih Persijap, Egat Sacawijaya, juga menyampaikan tambahan semangat tim setelah berhasil meraih satu poin dari Bali United.

Hasil tersebut memperkuat rasa percaya diri menjelang Derby Jateng.

Meski demikian, ia mengingatkan skuadnya untuk tidak cepat puas karena jadwal padat dan posisi klasemen belum aman.

Modal Kuat Persijap di Kandang

Persijap mencatatkan hasil yang mengesankan dalam tiga pertandingan kandang terbaru. Mereka berhasil memenangkan pertandingan melawan:

  • PSM Makassar (2-0)
  • Madura United (1-0)
  • Persebaya Surabaya (3-1)

Pencapaian positif ini menjadi modal berharga dalam menghadapi Persis Solo.

Solo Persis Berdatangan dengan Keyakinan Diri

Di sisi lain, Persis Solo yang memiliki julukan Laskar Sambernyawa juga memiliki tugas wajib untuk meraih kemenangan.

Tim yang dilatih Milomir Seslija sedang dalam perjalanan positif setelah mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1.

Milomir menekankan bahwa timnya belum mencapai posisi yang aman, tetapi sifat dan semangat para pemain mulai terlihat.

Enam poin dari dua pertandingan berikutnya, termasuk menghadapi Persijap, menjadi harapan besar untuk keluar dari zona merah.

Rekor Pertemuan Cukup Berimbang

Pada pertemuan pertama musim ini, Persijap berhasil meraih kemenangan 2-1 saat bermain di kandang Persis (13/9/2025).

Sementara dalam pertandingan di Liga 2 musim 2021, kedua tim juga sering kali saling membagi poin.

Buku catatan ini menggambarkan bahwa pertandingan derby selalu berlangsung sengit dan sulit untuk diprediksi.

Pertandingan Persis Solo Melawan Persijap Jepara

  • 13 September 2025 – Liga Super BRI 2025/2026

Persis Solo kalah 1-2 dari Persijap Jepara

  • 10 November 2021 – Liga 2

Persis Solo mengalahkan Persijap Jepara dengan skor 5-2

  • 5 Oktober 2021 – Liga Dua

Persijap Jepara bermain imbang 1-1 melawan Persis Solo

Laga Penuh Tekanan dan Martabat

Laga Derby Jawa Tengah ini dipastikan berlangsung sengit.

Kedua kubu memiliki tujuan yang sama, yaitu meraih tiga poin untuk menjauhkan diri dari zona degradasi.

Dengan selisih poin yang sempit dan tekanan yang tinggi, pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini bukan hanya tentang kebanggaan daerah, tetapi juga tentang bertahan di kelas teratas sepak bola Indonesia.

Siapa yang akan tertawa setelah pertandingan? Jawabannya akan diungkap dalam 90 menit penuh tekanan dan tekad.

(*)

TerPopuler