Laporan Jurnalis PapiaTengah.com, Calvin Louis Erari
PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Acara Putar Kopi Seri II Nabire 2026 berlangsung di Komoke Kafe, Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah telah selesai.
Acara yang menghadirkan para bakat peracik kopi lokal ini berhasil menjadi panggung tampil bagi puluhan barista berbakat di Papua Tengah.
Kompetisi tahun ini diikuti oleh 24 peserta yang bersaing sengit dalam dua kategori utama, yaitu Latte Art dan Manual Brew.
Jenis latte art menguji keindahan dan ketelitian visual seorang barista saat menggambar di atas cangkir.
Sementara metode brew manual menekankan pada teknik ekstraksi guna menghasilkan rasa kopi yang sempurna.
Setelah melewati proses penilaian yang ketat oleh para juri, kategori latte art dipegang oleh perwakilan dari kedai kopi Home Room.
Pemenang pertama adalah Alika dari Home Room dengan total poin yang luar biasa sebesar 410 poin, kemudian pemenang kedua adalah Hardi dari Home Room dengan perolehan 356 poin, dan pemenang ketiga adalah Setia dari Suarasa yang mendapatkan skor 353 poin.
Di kategori Manual Brew, gelar juara pertama berhasil diraih oleh Rudi Saenteni yang tampil mengesankan dengan metode penyeduhan yang stabil.
Anggota DPR Papua Tengah yang juga seorang penggemar kopi asli Papua, Nancy Raweyai, hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi.
Menurutnya, acara ini bukan hanya kompetisi, tetapi sarana pengembangan kepribadian bagi pemuda Papua.
"Acara ini sangat menarik dan luar biasa. Kesempatan seperti ini menjadi pemicu semangat bagi kami semua. Harus diingat, menjadi seorang barista dimulai dari sikap atau etika kita," ujar Nancy dalam pidatonya, Sabtu (28/3/2026).
Ia juga menekankan bahwa kopi adalah komoditas unggulan Papua yang perlu dihargai dan dikembangkan bersama melalui sistem saling mendukung.
Nancy menegaskan kesetiannya untuk terus memantau perkembangan industri kreatif ini di masa depan.
"Saya siap sepenuhnya mendukung jika acara ini menjadi kegiatan tahunan. Kepada peserta, jangan pernah berhenti berlatih. Ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menghargai proses perjalanan kita. Hal itu jauh lebih bernilai bagi masa depan kita semua," katanya.
Penutupan kegiatan ditandai dengan pemberian hadiah dan sesi foto bersama, menandai awal baru semangat industri kopi di Nabire yang semakin kompetitif dan berkualitas. (*)