
Ringkasan Berita:
- Rumah penduduk Desa Tamansari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu terbakar pada malam Senin (30/3/2026)
- Akibat kejadian tersebut, nenek berusia 67 tahun bernama Simpen, yang merupakan pemilik rumah, menjadi korban dan harus dibawa ke RS Mitra Plumbon untuk mendapatkan pengobatan.
Liputan Jurnalis cirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
CIREBON.COM, INDRAMAYU - Rumah penduduk Desa Tamansari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu terbakar habis pada malam Senin (30/3/2026).
Akibat kejadian tersebut, nenek berusia 67 tahun bernama Simpen, yang merupakan pemilik rumah, menjadi korban dan harus dibawa ke RS Mitra Plumbon untuk mendapatkan pengobatan medis.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, menyampaikan bahwa jajarannya menerima laporan mengenai kejadian kebakaran sekitar pukul 20.34 WIB.
Menurutnya, empat kendaraan pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu bersama Pertamina segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengatasi api.
"Dari laporan yang diterima, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik di bagian atap rumah milik korban," kata Jajat Wibisono saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menyatakan, berdasarkan keterangan beberapa saksi, api muncul pertama kali di bagian atap dan segera menyebar dengan cepat hingga menghabiskan rumah korban beserta isinya.
"Pada saat kejadian, korban diketahui sedang berada di dalam rumah bersama dua anak dan cucunya, sehingga mereka segera berusaha menyelamatkan diri keluar dari rumah," ujar Jajat Wibisono.
Sayangnya, korban yang sudah tua terjebak di dalam rumah yang sedang terbakar, dan sempat terperangkap di tengah kobaran api meskipun ketiga anggota keluarganya berhasil melarikan diri.
Melihat ibunya belum muncul, saudara kandungnya berani masuk ke dalam rumah yang terbakar tanpa menghiraukan atap yang mulai runtuh akibat kobaran api.
Akhirnya, korban berhasil diselamatkan meskipun mengalami luka bakar sebesar 40 persen, dan segera dibawa ke RS Mitra Plumbon untuk menerima perawatan medis.
Setelah berjuang selama hampir dua jam, petugas gabungan bersama warga sekitar berhasil mengendalikan api sepenuhnya sekitar pukul 22.49 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga menjelang pagi.
Sekarang, bangunan rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan keluarga korban hanya tinggal puing-puing hitam, dan kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 150 juta.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap pemasangan kabel listrik di rumah masing-masing agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan," kata Jajat Wibisono.