Sayap Gerindra ajak bangun persatuan nasional -->

Sayap Gerindra ajak bangun persatuan nasional

14 Mar 2026, Sabtu, Maret 14, 2026
Sayap Gerindra ajak bangun persatuan nasional
Ringkasan Berita:
  • Solidaritas Tanpa Batas! Sayap Partai Gerindra berkumpul dengan satu suara untuk menjaga dasar persatuan di tengah perubahan global.
  • Lawanlah Narasi yang Salah! Anggota diharapkan aktif mengatasi informasi palsu secara sopan guna mempertahankan stabilitas politik nasional.
  • Pemerintah Tidak Menentang Kritik! Namun setiap perbedaan pendapat harus didasarkan pada fakta agar tidak merusak persatuan bangsa.

NEWS.COM, JAKARTA– Penguatan persatuan bangsa menjadi pesan utama dalam acara Silaturahmi Nasional dan Berbuka Puasa Bersama yang diselenggarakan oleh sayap partai Gerindra di Sekretariat PP GEKIRA, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Acara dengan tema "Persatuan Nasional, Fondasi Keutuhan Bangsa" diikuti oleh berbagai organisasi sayap seperti TIDAR, PIRA, Satria, serta PPIR. Kehadiran berbagai elemen ini dinilai sebagai wujud kohesi dalam melestarikan nilai kebangsaan di tengah perubahan global.

Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, menekankan kepentingan peran kader dalam meningkatkan pemahaman informasi untuk mengatasi penyebaran informasi palsu dan ucapan-ucapan yang bersifat membenci di tengah masyarakat.

"Penyebaran informasi palsu dan fitnah masih marak. Tugas kita adalah menghadapinya dengan cara yang sopan dan demokratis," kata Nikson.

Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto selalu berfokus pada kepentingan nasional melalui berbagai program strategis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan perekonomian desa.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal PP GEKIRA, Yeremias Ndoen, menyatakan bahwa meskipun pemerintah tidak menolak kritik, setiap perbedaan pendapat harus didasarkan pada fakta agar menghindari narasi yang merusak persatuan.

"Kami hadir guna memperjelas informasi yang salah dan mengajak seluruh rakyat Indonesia bersatu mendukung upaya pemerintah," kata Yeremias.

Sebagai penutup, KH Misbahul Munir Cholil dalam tausiyahnya menyebut kerukunan antar organisasi sebagai lambang kebhinekaan. Menurutnya, kesejahteraan dan rasa aman merupakan dasar pokok yang saat ini sedang diperjuangkan pemerintah untuk seluruh rakyat.

TerPopuler