
KEMENTERIAN Imigrasi dan Pemasyarakatan atau Kemenimipas kembali mengadakan perekrutan untuk posisi Direktur Jenderal Imigrasi (Dirjen Imigrasi). Ini adalah proses seleksi yang kedua setelah tiga kandidat terpilih pada Oktober 2025 lalu. Wakil Menteri Imipas,Silmy Karimmenyampaikan, alasan dilakukannya seleksi Dirjen Imigrasi gelombang kedua, yaitu untuk menarik lebih banyak peserta yang ingin mengikuti.
"Pelaksanaan gelombang pertama dan kedua merupakan rangkaian tahapan pemilihan yang keseluruhannya hasilnya tetap dianggap," ujar Silmy melalui pernyataan resmi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Silmy menyampaikan, pendaftaran gelombang kedua akan dimulai pada 9 hingga 27 Maret 2026. Selanjutnya, dilakukan seleksi administrasi selama empat hari mulai dari 30 Maret hingga 2 April 2026. Tahap berikutnya meliputi uji kompetensi manajerial dan sosial budaya (asesmen), uji kompetensi teknis, wawancara akhir, serta tes kesehatan.
Seleksi Dirjen Imigrasigelombang kedua dilakukan bersamaan dengan pemilihan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kepala BPSDM). "Kami mengajak para PNS, TNI, Polri dan Non PNS untuk ikut serta dalam seleksi terbuka," ujar Silmy.
Silmy menyampaikan, para pendaftar harus memenuhi beberapa persyaratan umum dan khusus. Persyaratan umum mencakup catatan jabatan yang baik, integritas serta etika yang tinggi, pengalaman kerja di bidang tugas yang relevan dengan jabatan yang akan dijabat, serta kondisi fisik dan mental yang sehat.
Selain itu, seluruh komponen penilaian kinerja memiliki nilai minimal baik dalam dua tahun terakhir. Selain itu, sedang tidak dalam proses pemeriksaan dan/atau menjalani hukuman disiplin tingkat menengah atau berat, serta telah mengajukanLHKPN ke KPK"Selain persyaratan dasar, kami juga menyertakan persyaratan tambahan yang mengatur mengenai kualifikasi pendidikan, pangkat, dan batas usia," ujar Silmy.
Silmy memastikan bahwa seluruh proses pendaftaran tidak dikenakan biaya, dan seleksi ini merupakan kesempatan bagi peserta untuk berkontribusi dalam pelayanan bangsa dan negara melalui tugas di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sebelumnya, tiga nama telah terpilih untuk posisi Direktur Jenderal Imigrasi dari proses seleksi yang berlangsung sejak 22 Juli 2025 hingga 23 September 2025. Mereka adalah Yuldi Yusman, Ibnu Ismoyo, dan Ahmad Purbaja. Ketiga nama tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto setelah diumumkan kepada media pada 1 Oktober 2025. Namun, hingga saat ini, jabatan Direktur Jenderal Imigrasi masih kosong.Kemenimipasmasih dalam pengawasan pelaksana tugas, yaitu Yuldi Yusman.