
bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA — Angin sore berhembus perlahan di atas jembatan beton Jalan Layang Mohammed Bin Zayed, membawa kabar bahwa musim mudik tahun ini telah dimulai. Kamis, 12 Maret 2026, atau H-9 Idul Fitri, puluhan ribu kendaraan mulai bergerak meninggalkan kegemerlapan Jakarta, melaju pelan menuju arah timur. Seperti burung yang tahu saatnya terbang, mereka memilih berangkat lebih awal, menghindari kemacetan, mencari ketenangan di jalan.
PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek melaporkan, sebanyak 28.040 kendaraan melewati ruas MBZ ke arah timur pada hari tersebut. Angka ini meningkat 18,87 persen dibandingkan hari biasa. "Kondisi ini menunjukkan mulai terjadinya peningkatan jumlah lalu lintas kendaraan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini," kata GM Operasi dan Pemeliharaan JJC Desti Anggraeni di Bekasi, Jumat.
Bukan hanya mereka yang meninggalkan Jakarta, tetapi juga mereka yang kembali ke ibu kota mulai ramai. Sebanyak 24.387 kendaraan tercatat melaju dari arah sebaliknya, meningkat 11,71 persen dibandingkan biasanya. Secara keseluruhan, 52.427 kendaraan melewati jalan tersebut dalam sehari. Sebuah orkestra kecil dari roda-roda yang saling berpapasan, masing-masing membawa kisah dan tujuan.
Mempertahankan Keamanan di Atas Beton dan Aspal
Di balik suara mesin dan lampu kendaraan yang berkedip-kedip, petugas jalan tetap siaga. Desti mengingatkan para pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, menjaga jarak yang aman, serta waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan saja. "Pengguna jalan dapat memperoleh informasi melalui pusat panggilan 24 jam Jasa Marga Group di nomor 133, Twitter @PTJASAMARGA, serta aplikasi Travoy," ujarnya.
Di tempat lain, ribuan kilometer dari Jakarta, petugas di Kalimantan Selatan sedang sibuk dengan tugas yang tidak kalah penting. Di Terminal Induk Km 6 Banjarmasin, rombongan sopir angkutan Lebaran berbaris. Bukan untuk mencari penumpang, melainkan untuk diperiksa.
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemeriksaan keselamatan atau ramp check. Tidak hanya kendaraan yang diperiksa, seperti rem, ban, lampu, hingga kelengkapan administrasi, tetapi juga pengemudinya. Bersama BNN, mereka melakukan tes narkoba. Bersama Dinas Kesehatan, mereka memeriksa tekanan darah dan kondisi fisik para sopir.
"Kami berharap para pengemudi tidak terlibat narkoba, dalam keadaan sehat dan bugar, serta kendaraannya kami pastikan dalam kondisi layak digunakan," ujar Kepala Dishub Kalsel M Fitri Hernadi. Ia berharap, dengan kendaraan dan pengemudi yang dalam kondisi optimal, pelayanan kepada masyarakat dapat mencapai maksimal dan angka kecelakaan bisa diminimalkan.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para pemudik mandiri: jangan lupa memeriksa kendaraan sebelum melakukan perjalanan. "Komponen penting seperti komponen yang cepat aus harus diperiksa. Pastikan pula rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman," tambahnya.
Di Cipali, Angka Peningkatan Namun Jalan Masih Lancar
Di Jawa Barat, Astra Tol Cipali juga mengalami peningkatan serupa. Sampai pukul 15.00 WIB Jumat, 13 Maret, sekitar 18.800 kendaraan melewati Gerbang Tol Cikopo menuju arah Cirebon. Angka ini naik 19,9 persen dibanding hari sebelumnya. Meski demikian, pihak manajemen menyatakan lalu lintas tetap terkendali.
"Kami terus bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan kelancaran lalu lintas selama masa Lebaran 2026," ujar Ardam Rafif Trisilo, Kepala Departemen Manajemen Keberlanjutan dan Komunikasi Perusahaan Astra Tol Cipali.
Mulai Jumat siang pukul 12.00 WIB, penerapan pembatasan kendaraan barang dengan tiga sumbu atau lebih mulai berlaku. Aturan ini akan berlangsung hingga 29 Maret, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama dari empat instansi. Jalanan terasa sedikit lebih lancar bagi para pemudik.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama menambahkan, sebanyak 11 titik pengamanan telah disiapkan di lokasi-lokasi penting. Mulai dari pos pelayanan, pos pengawasan, hingga pos gabungan di KM 188 yang bekerja sama dengan Korlantas Polri.
"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi secara bertahap. Perkiraan awal mulai terlihat pada 14 Maret," katanya. Namun, mengenai pengaturan lalu lintas seperti one way, ia menunggu petunjuk dari Korlantas sesuai dengan jumlah kendaraan di lapangan.
Saat malam semakin gelap, di jalan MBZ, lampu kendaraan masih berjejer membentuk barisan cahaya yang terus meluas ke arah timur. Dalam kendaraan tersebut, terdapat keluarga yang membawa oleh-oleh, ada pendatang yang merindukan kampung halamannya, dan ada pula yang hanya ingin menikmati angin malam sebelum sampai di rumah orang tua.
Di Cipali, petugas pos pengamanan menyeduh kopi, bersiap menerima para pemudik yang mungkin berhenti untuk melepas kelelahan. Di Banjarmasin, para sopir yang dinyatakan sehat dan bebas narkoba mulai mengemudikan busnya ke pool, menunggu jadwal keberangkatan pada hari berikutnya.
Jalan mulai berbicara: bahwa mudik tahun ini telah secara resmi dimulai. Dan di setiap jalur tol, di setiap terminal, di setiap pos pengamanan, terdapat tangan-tangan yang terbuka, bukan untuk meminta, tetapi untuk memastikan bahwa perjalanan pulang adalah perjalanan yang aman.