Serangan Diego Garcia: Rudal Iran atau Upaya Palsu Israel? -->

Serangan Diego Garcia: Rudal Iran atau Upaya Palsu Israel?

22 Mar 2026, Minggu, Maret 22, 2026

bengkalispos.com.CO.ID, TEL AVIV – Pangkalan militer bersama Amerika Serikat dan Inggris di Pulau Diego Garcia di Laut India dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal. Israel mengklaim bahwa rudal tersebut ditembakkan oleh Iran, sementara Teheran membantah tuduhan tersebut.

Upaya meluncurkan rudal balistik untuk menyerang pangkalan militer gabungan Diego Garcia dilaporkan terjadi dari malam Kamis hingga pagi Jumat, menurut media Amerika Serikat.The Wall Street Journal dan CNNmelaporkan bahwa salah satu rudal tersebut mengalami kegagalan selama perjalanan, sementara yang lainnya berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan AS yang ditembakkan dari kapal perang.

Peristiwa tersebut berlangsung beberapa jam sebelum menteri-menteri Inggris berkumpul di London untuk membahas konflik dengan Iran. Dalam pertemuan itu, Inggris menyetujui penggunaan pangkalan militer AS untuk pertahanan bersama, seperti menyerang lokasi rudal Iran yang digunakan dalam serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

Pejabat Inggris tidak memberikan informasi apa pun terkait upaya serangan ke Diego Garcia. Pentagon, kantor pusat Departemen Pertahanan AS, juga belum merilis pernyataan resmi mengenai rudal yang menyerang Diego Garcia beberapa jam setelah serangan terjadi.

Pernyataan bahwa Iran melakukan serangan awalnya secara resmi diungkapkan oleh Panglima militer Israel, Eyal Zamir. Ia menyatakan bahwa Iran menggunakan "rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 km" untuk menyerang pangkalan AS-Inggris di Diego Garcia. Dalam pernyataan video, Zamir mengatakan: "Rudal-rudal ini tidak ditujukan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai ibu kota Eropa. Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam ancaman langsung."

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memanfaatkan serangan terhadap Diego Garcia untuk mengajak seluruh pemimpin dunia melawan Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiskusi dengan Presiden Donald Trump sebelum kepulangan presiden dari Bandara Internasional Ben Gurion Israel pada 23 Mei 2017. - (Kobi Gideon/GPO)

Mereka melepaskan rudal balistik antarbenua ke arah Diego Garcia. Jaraknya mencapai 4.000 kilometer. Saya telah memberi peringatan, sekarang mereka memiliki kemampuan untuk menjangkau jauh hingga Eropa," katanya saat mengunjungi tempat serangan Iran di Israel. "Mereka telah menyerang negara-negara Eropa – Siprus. Mereka telah memasukkan semua orang dalam jangkauan mereka.

Seorang pejabat tinggi Iran menyampaikan kepada Aljazirah bahwa Teheran tidak bertanggung jawab atas peluncuran rudal tersebut.

Pada awal bulan ini dalam wawancara dengan stasiun televisi AS NBC, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Teheran telah mengembangkan rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.

"Anda tahu, kami memiliki kemampuan untuk memproduksi rudal, tetapi kami secara sengaja membatasi jangkauan kami di bawah 2.000 km karena kami tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun di dunia," ujar Araghchi pada 8 Maret.

Sebaliknya, Israel yang dikenal memiliki kemampuan tersebut. Entitas Zionis ini diketahui memiliki rudal Jericho 3, yaitu rudal balistik jarak menengah (IRBM) tiga tahap atau rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat yang mulai selesai diproduksi sekitar tahun 2011. Rudal ini dirancang untuk mengangkut senjata nuklir dengan jangkauan 4.800 hingga 6.500 km, mampu menargetkan wilayah di seluruh Timur Tengah, Eropa, Asia, dan Afrika.

Iran sering kali mengingatkan bahwa Israel akan melakukan operasi False Flag guna membawa pihak-pihak lain terlibat dalam konflik. Teori ini menyatakan bahwa Israel akan menyerang target yang penting dan menyalahkan Iran atas serangan tersebut.

Basis udara Diego Garcia menjadi tempat tinggal bagi sekitar 2.500 personel, sebagian besar dari angkatan bersenjata Amerika, dan telah mendukung berbagai operasi militer AS mulai dari Perang Vietnam hingga konflik di Irak, Afghanistan, serta serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.

Bandara udara tersebut merupakan bagian dari Kepulauan Chagos, kumpulan pulau terpencil yang terletak di tengah Samudera Hindia, di sebelah selatan ujung India, dan berada dalam penguasaan Inggris sejak tahun 1814.

Bandara udara tersebut menjadi titik perdebatan antara Trump dan Starmer terkait rencana Inggris melepaskan otonomi Kepulauan Chagos kepada Mauritius setelah putusan Mahkamah Internasional.

Trump mengkritik sekutu-sekutunya di Eropa karena tidak bergabung dalam konflik melawan Iran, yang kini telah menyebar ke seluruh kawasan Timur Tengah. Trump juga menyebut sekutu Baratnya sebagai "pengecut" setelah negara-negara NATO menolak untuk terlibat dalam perang tersebut, yang akhirnya memicu kenaikan harga energi secara global.

TerPopuler