Serangan Iran Luka 4.564 Warga Israel -->

Serangan Iran Luka 4.564 Warga Israel

23 Mar 2026, Senin, Maret 23, 2026

bengkalispos.com.CO.ID, TEL AVIV -- Kementerian Kesehatan Israel mengungkapkan, serangan Iran terhadap negara mereka menyebabkan 4.564 warga terluka. Angka ini dihitung sejak Iran melancarkan serangan balasan setelah agresi Israel dan Amerika Serikat terhadap negara tersebut pada 28 Februari 2026.

Dilaporkan Anadolu Agency, dalam pernyataannya pada hari Minggu (22/3/2026), Kementerian Kesehatan Israel mengungkapkan, dari 4.564 warga yang terluka akibat serangan Iran, sebanyak 124 masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 13 di antaranya dalam keadaan kritis atau serius. Sebanyak 303 warga terluka dan harus dirujuk ke rumah sakit karena serangan Iran dalam 24 jam terakhir.

Pada hari Sabtu (21/3/2026), rangkaian rudal Iran menyerang kota Arad dan Dimona. Serangan ini juga menyebabkan beberapa korban luka. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, sempat mengunjungi lokasi yang terkena dampak serangan tersebut.

Saat mengunjungi lokasi yang terkena serangan Iran di Arad pada malam Sabtu, Ben-Gvir berhadapan dengan seorang warga perempuan Israel. Perempuan itu menyalahkan Ben-Gvir atas kematian dan kerusakan yang kini dialami oleh Israel.

Ia juga menyerang Ben-Gvir dengan kata-kata "Nazi Yahudi". "Anda hanya membawa kematian. Anda tidak memiliki hubungan di sini. Tinggalkan kota saya," kata perempuan itu.

Aksi protes dan kritik yang dilakukan perempuan terhadap Ben-Gvir menyebar luas di media sosial. Ben-Gvir merupakan tokoh ekstremis sayap kanan Israel. Ia sering mengeluarkan pernyataan yang memicu, khususnya mengenai Palestina.

Kerusakan yang diakibatkan oleh serangan balasan Iran terhadap Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, pada malam Sabtu (21/3/2026) - (Ilan Assayag/Reuters)

Berdasarkan laporan layanan darurat Israel, MDA, serangan udara Iran terhadap Kota Arad mengakibatkan 118 penduduk terluka. Di sisi lain, serangan ke Dimona dilaporkan menyebabkan sedikitnya 64 orang cedera.

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap beberapa wilayah di Iran. Serangan tersebut juga menyebabkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin utama Iran.

Sejak saat itu hingga sekarang, Iran terus melakukan serangan yang mengarah pada instalasi militer dan diplomatik Amerika Serikat di Timur Tengah. Mereka juga mengirimkan serangan ke wilayah Israel.

TerPopuler