Tebing 25 Meter di Clongop Longsor, Jalur Gunungkidul-Klaten Ditutup -->

Tebing 25 Meter di Clongop Longsor, Jalur Gunungkidul-Klaten Ditutup

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026
Tebing 25 Meter di Clongop Longsor, Jalur Gunungkidul-Klaten Ditutup
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras menyebabkan tanah longsor di Tanjakan Clongop, Kalurahan Watugajah, Gedangsari, pada Selasa (3/3/2026) malam. Material longsoran dengan ketinggian sekitar 25 meter dan lebar 20 meter menutupi jalan provinsi yang menghubungkan Gunungkidul–Klaten.
  • Jalur ditutup bagi kendaraan empat roda untuk mencegah kemungkinan longsoran berikutnya. Sepeda motor masih diperbolehkan melewati dengan batasan dan imbauan khusus untuk lebih waspada.
  • Petugas bekerja sama dengan PUPESDM DIY menghadirkan alat berat untuk keperluan pembersihan.
 
 

JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Gunungkidul pada Selasa (3/3/2026) kemarin menyebabkan bencana longsor di daerah Tanjakan Clongop, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, pada malam hari Selasa (3/3/2026).

Akibat peristiwa tersebut, jalan provinsi yang menghubungkan Gunungkidul dengan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor empat roda.

Tanah longsor menutupi jalan yang baru diresmikan tahun lalu, sehingga kendaraan bermotor empat roda tidak dapat melewatinya.

Sementara untuk kendaraan bermotor dua roda masih dapat melewati secara terbatas.

Namun, pengendara sepeda motor diminta untuk lebih berhati-hati dan berkendara perlahan ketika melintasi area longsoran.

Dilansir dari Kompas.com, hingga Rabu (4/3/2026) pagi, petugas telah siap di lokasi longsoran guna melakukan pembersihan material tanah dan batu.

Rencana pembersihan akan dilakukan dengan menggunakan alat berat yang dikirim oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY.

Kepala Desa Gedangsari Eko Krisdianto menyampaikan bahwa tanah longsor terjadi pada malam Selasa sekitar pukul 21.30 WIB.

"Kejadiannya Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB," ujar Panewu Gedangsari, Eko Krisdianto saat diwawancarai oleh wartawan di lokasi, Rabu pagi.

Menurut Eko, tidak lama setelah terjadi tanah longsor, pihak kecamatan segera mengambil keputusan untuk menutup jalan penghubung antara Gunungkidul dan Klaten.

Tindakan tersebut diambil sebagai upaya mencegah terjadinya longsoran tambahan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Berdasarkan pengumpulan data awal, ukuran longsoran tersebut mencapai ketinggian sekitar 25 meter dan lebar hingga 20 meter.

"Kemarin malam langsung ditutup, karena khawatir terjadi longsoran tambahan," kata Eko.

Saat ini pihak kecamatan sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY.

Petugas meminta pengiriman alat berat ke lokasi guna mempercepat proses pembersihan material tanah dan batu yang menutupi jalan.

Meskipun jalan ditutup untuk kendaraan beroda empat, kendaraan sepeda motor terlihat masih diperbolehkan melewati dengan pembatasan.

Namun, pengendara sepeda motor diminta untuk lebih berhati-hati dan berkendara perlahan saat melalui area longsoran.

 Jalur Klaten-Gunungkidul Dialihkan

Kepala Sektor Kepolisian Gedangsari, AKP Tri Hartanto, menyatakan bahwa personel kepolisian telah ditempatkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan tidak ada kendaraan empat roda yang memaksa melewati.

Jalur Klaten-Gunungkidul akan tetap ditutup hingga seluruh bahan yang ada telah dibersihkan dan dijamin keselamatan bagi pengguna jalan.

"Saat ini ditutup hingga kondisi menjadi aman," ujar Tri Hartanto.

Polisi juga meminta para pengemudi yang datang dari Klaten menuju Gunungkidul atau sebaliknya agar mencari jalan lain selama proses evakuasi berlangsung.

Mengingat kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi jalan provinsi tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com.

TerPopuler