
bengkalispos.comPemerintah Thailand mengatakan siap memulai pembicaraan pembelian minyak mentah dari Rusia setelah Amerika Serikat menghentikan larangan terhadap ekspor minyak Moskow.
Wakil Perdana Menteri Thailand, Phipat Ratchakiprakarn, menyatakan tindakan ini merupakan kesempatan baru bagi Thailand dalam memperluas sumber pasokan energi.
"Terdapat kabar positif yang diketahui. Menurut pernyataan Amerika Serikat, larangan terhadap ekspor minyak Rusia telah dihentikan. Thailand akan menjadi salah satu negara yang mulai melakukan negosiasi dengan Rusia untuk pembelian minyak mentah," kata Ratchakiprakarn kepada wartawan, Jumat.
Menurutnya, proses negosiasi akan dijalankan oleh Kementerian Energi Thailand sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebijakan energi nasional.
Ratchakiprakarn menyampaikan bahwa saat ini Thailand memiliki cadangan minyak mentah yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi hingga sekitar 98 hari mendatang.
Namun, situasi geopolitik global tetap menjadi fokus pemerintah. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dianggap dapat mengganggu pasokan minyak dari Teluk Persia, yang selama ini menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan minyak impor Thailand. Sementara sisa pasokan berasal dari berbagai sumber alternatif.
Ia juga menyebut pemerintah, bekerja sama dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan jajaran kabinetnya, sedang berupaya mencari sumber energi tambahan untuk memastikan kelancaran pasokan minyak nasional.
Selain itu, pemerintah Thailand juga mengumumkan rencana penyesuaian harga bahan bakar. Mulai tanggal 17 Maret, harga bensin diperkirakan meningkat secara bertahap setelah subsidi selama 15 hari untuk solar dan sebagian jenis bensin dari dana minyak nasional berakhir.
Perubahan harga bahan bakar akan dilakukan secara berkala setiap minggu sebagai bagian dari kebijakan penstabilan energi menghadapi perubahan pasar minyak internasional.