
Ringkasan Berita:
- Tiga anggota TNI gugur dan beberapa lainnya terluka dalam dua kejadian berbeda di wilayah Selatan Lebanon dalam waktu kurang dari 24 jam saat menjalani tugas perdamaian UNIFIL.
- Profesor UI Hikmahanto Juwana mengajukan permintaan kepada Presiden Prabowo untuk membatalkan pengiriman pasukan ke Board of Peace (BoP) di Gaza, mengingat meningkatnya ancaman akibat serangan Israel.
- Pemerintah Indonesia mengecam dengan tegas serangan tersebut dan mendukung investigasi oleh PBB, sementara rencana pengiriman pasukan ke Gaza saat ini masih ditangguhkan.
KALTIM.CO - Dosen Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengajukan permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengirim pasukan perdamaian ke Board of Peace (BoP).
Permintaan ini diajukan setelah beberapa anggota TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Peristiwa itu terjadi ketika anggota TNI yang merupakan bagian dari Satuan Tugas Kontingen Garuda sedang menjalankan tugasnya dalam rangka misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Serangan yang terjadi di wilayah selatan Lebanon dalam dua hari berurutan menyebabkan kematian dan cedera pada anggota pasukan Indonesia.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, tercatat tiga anggota TNI gugur, sementara beberapa orang lainnya mengalami cedera parah maupun ringan.
Kejadian ini memperparah kekhawatiran mengenai keselamatan pasukan perdamaian Indonesia yang berada di wilayah yang sedang mengalami konflik dengan tingkat eskalasi yang meningkat.
Berdasarkan data dari Markas Besar (Mabes) TNI, mereka adalah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Ramadhan, dan Praka Arif Kurniawan.
Praka Farizal Rhomadhon gugur, Praka Rico Pramudia mengalami cedera parah, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
Setelah itu, dua anggota PBB yang diidentifikasi sebagai prajurit TNI kembali gugur akibat ledakan di selatan Lebanon pada Senin (30/3/2026), yaitu Kapten Infanteri Zulmi (Grup 2 Kopassus) yang menjabat sebagai Komandan Kompi B, serta Sersan Satu Ikhwan (Kesdam IX Udayana).
Selain itu, dalam serangan ini terdapat dua anggota pasukan perdamaian PBB lainnya yang menjadi korban dan mengalami cedera, yaitu Letnan Infanteri Sulthan serta Bintara Deni.
Oleh karena itu, secara keseluruhan terdapat tiga anggota TNI yang gugur dalam waktu kurang dari 24 jam di wilayah misi perdamaian Lebanon, setelah Praka Farizal Romadhon dilaporkan gugur dalam peristiwa yang berbeda.
Oleh karena itu, Hikmahanto mengajukan permintaan kepada Prabowo agar membatalkan pengiriman pasukan ke BoP sebagai pasukan perdamaian di Gaza, Palestina, yang menjadi bagian dari International Stabilization Force (ISF).
Sebelumnya, Prabowo telah mengumumkan bahwa Indonesia siap mengirim ribuan tentara untuk menjaga perdamaian di Gaza.
Namun, menurut Hikmahanto, hal ini dapat dibatalkan oleh Prabowo akibat tindakan Israel yang menyerang Lebanon.
Selain itu, menurut Hikmahanto, Indonesia juga telah menjadi anggota BoP, lembaga yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sehingga dapat memberikan pengaruhnya.
"Kita memberikan tekanan, karena kita sekarang merupakan anggota BoP dan Bapak Presiden menyatakan bahwa kita akan memberikan pasukan, kita akan mengatakan bahwa kita tidak akan memberikan pasukan, jika tindakan Israel seperti ini," katanya, dilansir dari YouTube Kompas TV, Selasa (31/3/2026).
"Tidak mampu menjamin mereka yang tergabung dalam pasukan perdamaian, misalnya, yang nanti di BoP mungkin bukan pasukan perdamaian, melainkan pasukan BoP, yang kita berikan wewenang tetapi tidak bisa memastikan perilaku Israel," lanjutnya.
Hikmahanto menekankan, Prabowo bahkan mampu menyampaikan secara langsung kepada Trump bahwa Indonesia tidak bersedia mengirim pasukan selama Israel terus melakukan serangan.
"Kita bahkan bisa menyampaikan kepada Presiden Trump bahwa kita tidak akan mengirim pasukan. Jika saya sudah berkata sejak awal, sebaiknya kita keluar dari Board of Peace karena seperti ini, sikap Israel yang seperti ini," tegas Hikmahanto.
Mengenai pengiriman pasukan tersebut, sebelumnya, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyatakan bahwa Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia menunda pengiriman pasukan perdamaian BoP dari Indonesia ke Gaza, Palestina.
"Rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditangguhkan," tulis keterangan Badan Bakom RI, Senin (16/3/2026).
Penghentian pengiriman pasukan oleh Pasukan Stabilisasi Nasional atau ISF ini dilakukan oleh Prabowo setelah Indonesia menghentikan pembahasan BoP karena meningkatnya konflik antara Iran, AS, dan Israel di kawasan Timur Tengah.
"Semua pembahasan mengenai BoP sedang ditunda (on hold) akibat meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah," demikian pernyataan Bakom RI.
Sikap Indonesia Terhadap Kematian Anggota TNI di Lebanon
Sampai berita ini dirilis, Prabowo masih belum mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai kematian anggota TNI di Lebanon tersebut.
Namun, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, sebelumnya telah menyampaikan bahwa Indonesia mengecam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Selain mengutuk serangan terhadap pasukan perdamaian PBB di Lebanon, Indonesia juga mengecam tindakan keras Israel terhadap wilayah selatan Lebanon dan meminta semua pihak untuk menurunkan ketegangan dengan kembali berunding karena dampak perang yang sangat signifikan.
Sugiono menyampaikan, Pemerintah akan mengadakan pertemuan dengan PBB guna mendorong penyelidikan oleh UNIFIL.
Selanjutnya, kejadian ini dimulai sekitar pukul 11.00 waktu setempat ketika Indonesian Task Force Bravo (TFB) dari Kontingen Garuda, yang merupakan bagian dari INDOBATT, menjalankan tugas sebagai pasukan cadangan mobile di bawah pengawasan Sektor Timur UNIFIL.
Pada saat itu, pasukan TNI sedang melakukan pengawalan terhadap unit Combat Support Service Unit (CSSU) milik Spanyol dalam rangka tugas pendistribusian logistik serta pengiriman kotak jenazah ke markas UNP 7-1 INDOBATT.
Kelompok terdiri dari enam kendaraan taktis, termasuk dua unit dari TFB. Namun, saat melewati kawasan Bani Hayyan dan akan berbelok, terjadi ledakan yang menyerang kendaraan paling depan (Ran 1).
Ledakan itu menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan berat, sementara penyebab pasti kejadian masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, UNIFIL mengumumkan bahwa dua anggota pasukan perdamaian tewas dan dua lainnya cedera akibat ledakan yang merusak kendaraan mereka di bagian selatan Lebanon.
Peristiwa ini menjadi insiden mematikan yang kedua dalam 24 jam terakhir.
UNIFIL turut berduka atas korban dan menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional serta Resolusi Dewan Keamanan 1701, yang dapat dianggap sebagai tindakan kejahatan perang. (*)
Artikel ini telah tayang di news.com dengan judul Karena Tentara TNI Gugur di Lebanon, Dosen Senior UI Minta Presiden Prabowo Jangan Mengirim Pasukan ke BoP