
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan terus meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu aktivitas yang mendapat perhatian adalah pelatihan barbershop yang diadakan di area pembinaan kerja.
Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian seperti pelatihan barbershop merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memberikan keterampilan produktif kepada para tahanan.
"Melalui pelatihan keterampilan ini, kami berharap para tahanan memiliki kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat," katanya, Sabtu (14/3/2026).
Program ini, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai alat pelatihan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada para tahanan.
"Melalui kegiatan ini, WBP memiliki kesempatan untuk mempelajari teknik dasar hingga praktik mencukur rambut sebagai bekal keterampilan yang bisa digunakan setelah mereka bebas nanti," katanya.
Sebelum Lebaran, layanan potong rambut di dalam penjara juga mengalami lonjakan pengunjung. Para tahanan tampak antusias menggunakan fasilitas ini untuk merapikan penampilan agar terlihat lebih bersih dan rapi saat menyambut hari raya.
Selain menyediakan pelayanan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah bagi para tahanan yang memiliki minat dalam bidang kecantikan untuk mengasah keterampilan mereka.
Melalui pembinaan tersebut, diharapkan para tahanan memiliki keterampilan nyata yang dapat menjadi peluang usaha atau pekerjaan setelah kembali ke masyarakat.
Petugas pembinaan kerja di Lapas Kelas I Medan turut melakukan pengawasan dan pendampingan selama pelaksanaan kegiatan. Hal ini dilakukan guna memastikan program berjalan dengan tertib, aman, serta memberikan manfaat terbesar bagi para tahanan. (man/ila)