Upaya Meningkatkan Produktivitas dengan Coach Produktivitas -->

Upaya Meningkatkan Produktivitas dengan Coach Produktivitas

16 Mar 2026, Senin, Maret 16, 2026

bengkalispos.com.CO.ID – JAKARTA.Upaya meningkatkan produktivitas tenaga kerja kembali ditingkatkan dengan memperkuat kemampuan internal perusahaan. Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) bekerja sama dengan Vanaya Institute untuk melaksanakan programCoaching for Productivitymelalui program "Satu Perusahaan Satu Pelatih Produktivitas".

Program ini bertujuan agar setiap perusahaan memiliki satuproductivity coachyang berperan membantu manajemen dalam memperbaiki proses kerja serta meningkatkan kualitas kinerja organisasi secara terus-menerus.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas tidak hanya terkait dengan peningkatan hasil, tetapi juga perubahan pola pikir dalam mengelola sumber daya manusia. Menurutnya, produktivitas harus dipahami sebagai metode kerja dan budaya organisasi yang menjadikan manusia sebagai inti dari proses pembangunan ekonomi.

Ketua Umum GNIK Yunus Triyonggo berpendapat, upaya peningkatan produktivitas memerlukan kerja sama antar sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga komunitas profesional. “Ia menyebut bahwa produktivitas Indonesia masih kalah dibandingkan beberapa negara di kawasan Asia,” ujarnya dalam pernyataan pers, Minggu (15/3).

CEO Vanaya Institute Lyra Puspa menambahkan, pendekatancoachingdiharapkan mampu mendukung organisasi dalam menciptakan budaya kerja yang lebih efisien di dalam perusahaan. Menurutnya, pendekatan ini memperkaya upaya peningkatan produktivitas yang selama ini lebih banyak mengarah pada perbaikan proses, produk, serta kebijakan.

Productivity coaching menjadi pendekatan inside-outyang membantu manajer dan tim mengembangkan pola pikir kreatif,growth mindset, serta cara kerja yang lebih efektif dan efisien,” katanya.

Program Coaching for Productivityrencananya akan diadakan di minimal 10 kota di Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusiaproductivity coachdi berbagai perusahaan. Pelatih-pelatih ini diharapkan mampu membantu perusahaan dalam meningkatkan proses kerja, memperkuat kemampuan kepemimpinan, serta menciptakan budaya organisasi yang lebih efisien.

Namun, efektivitas program semacam ini masih sangat tergantung pada komitmen perusahaan dalam menerapkan perubahan nyata di tingkat operasional. Tanpa perbaikan sistem kerja yang jelas, inisiatif pelatihan berpotensi hanya menjadi agenda pengembangan sumber daya manusia yang bersifat formal saja.

TerPopuler