Warga Cilacap Diingatkan Hindari Petasan, Polresta Gencar Patroli Cegah Perang Sarung -->

Warga Cilacap Diingatkan Hindari Petasan, Polresta Gencar Patroli Cegah Perang Sarung

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026
Warga Cilacap Diingatkan Hindari Petasan, Polresta Gencar Patroli Cegah Perang Sarung

PORTAL PURWOKERTO- Sebelum puncak Ramadan hingga malam takbiran, masyarakat Kabupaten Cilacap diminta agar tidak bermain petasan atau terlibat dalam perang sarung.

Petugas kepolisian setempat mulai memperkuat pengawasan di beberapa lokasi yang rentan guna menghindari gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat.

Ajakan ini disampaikan setelah meningkatnya kegiatan remaja di malam hari, khususnya setelah salat tarawih hingga menjelang sahur.

Polisi menganggap bahwa tradisi yang awalnya dianggap sebagai permainan memiliki kemungkinan memicu keributan yang dapat mengancam keselamatan.

Kepala Kepolisian Resor Kota Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono mengatakan, patroli rutin dilakukan di wilayah permukiman padat, alun-alun, jalan protokol, serta tempat-tempat yang sering menjadi titik kumpul remaja.

"Kami mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memantau anak-anak mereka. Jangan sampai terlibat dalam permainan sarung atau bermain kembang api yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," kata Kapolresta setelah acara Berbagi Takjil bersama anggota PWI Cilacap pada Selasa 3 Maret 2026.

Selain melakukan patroli keliling, petugas juga melaksanakan pendekatan yang bersifat meyakinkan dengan memberikan pengajaran langsung kepada kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam.

Budi mengatakan, permainan petasan dianggap memiliki risiko yang sangat tinggi karena bisa menyebabkan luka bakar, kebakaran, hingga kerusakan pada properti.

Sementara perang sarung yang dahulu dianggap sebagai lelucon belaka, kini sering dimodifikasi dengan memasukkan benda keras ke dalamnya, sehingga berisiko melukai peserta.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum jika menyebabkan korban atau kerusakan. Oleh karena itu, upaya pencegahan terus menjadi prioritas utama sebelum terjadi kejadian yang lebih parah.

Kami mengajak tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW untuk ikut serta berperan aktif dalam menjaga kondisi lingkungan tetap aman. Kegiatan positif seperti tadarus bersama, pesantren kilat, atau ronda malam dinilai lebih bermanfaat dibandingkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko.

Di beberapa daerah di Cilacap, masyarakat sepakat membatasi jam kegiatan anak-anak guna menghindari kemungkinan terjadinya keributan.

Dengan semakin meningkatnya pengawasan dan dukungan dari masyarakat, diharapkan kondisi selama Ramadan di Cilacap tetap terjaga keamanan dan kenyamanannya hingga tiba Hari Raya Idulfitri.

"Kami akan terus melakukan pengawasan yang ketat agar keamanan tetap terjaga di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap," tambah Kapolresta.

TerPopuler