Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkenal tidak ragu-ragu dalam mengangkat atau memecat pejabatnya sesuai dengan visinya.
- Trump baru saja mengakhiri jabatan Jaksa Agung AS Pam Bondi dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George.
- Sejak menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Trump telah mengganti beberapa menteri serta pejabat pemerintah lainnya.
NEWS.COM, AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengakhiri jabatan Jaksa Agung AS Pam Bondi.
Trump menyebutkan bahwa Wakil Jaksa Agung Todd Blanche akan menggantikan Bondi sebagai pejabat pelaksana tugas.
"Bondi akan beralih ke pekerjaan baru yang sangat dibutuhkan dan penting di sektor swasta," ujar Trump dilaporkan dari CNN, Jumat (3/4/2026).
Bondi merupakan tokoh yang setia kepada Trump dan turut berkontribusi dalam perjalanan menuju kursi kepresidenan RI.
Selain Bondi, Trump juga mengangkat mundur Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George.
Trump pernah menjabat sebagai presiden sebanyak dua periode.
Trump pertama kali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2017 dan kembali terpilih menjadi presiden pada tahun 2025.
Dua kali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Trump telah mengganti beberapa anggota kabinet pemerintahnya, para penasihat utama hingga pejabat militer tinggi.
Berikut 10 pegawai yang telah dipecat oleh Trump:
1. Pam Bondi
Pam Bondi akhir-akhir ini dipecat dalam tenggang waktu perhatian terhadap pemberlakuannya terhadap berkas Jeffrey Epstein.
Trump sebelumnya menyebutnya sebagai seseorang yang "setia," namun laporan menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap hambatan hukum dan penyelidikan yang sedang berlangsung. Ia digantikan sementara oleh Todd Blanche.
2. James Comey
Direktur FBI James Comey dipecat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 9 Mei 2017, tindakan yang langka dan memicu perdebatan.
Comey dipecat selama penyelidikan FBI mengenai dugaan keterlibatan antara kampanye Trump tahun 2016 dan Rusia.
3. Rex Tillerson
Rex Tillerson, mantan kepala eksekutif ExxonMobil, awalnya dianggap sebagai individu yang mampu menjaga kestabilan situasi.
Namun, perbedaan kebijakan menyebabkan pengangkatannya diumumkan melalui tweet di Twitter pada tahun 2018. Ia digantikan oleh Mike Pompeo.
4. Jeff Sessions
Jeff Sessions, pendukung awal Trump, mendapat respons negatif setelah menolak ikut serta dalam penyelidikan terkait Rusia.
Ia sering kali mendapat kritikan dari Trump sebelum akhirnya diminta untuk mundur, dan Matthew Whitaker menggantikannya.
5. John Bolton
Sebagai Konsultan Keamanan Nasional, John Bolton berselisih dengan Trump terkait masalah kebijakan luar negeri.
Trump kemudian menyatakan bahwa dia "sangat tidak sependapat" dengan hal tersebut, sementara Bolton tetap bersikeras bahwa dia telah mundur.
6. Anthony Scaramucci
Anthony Scaramucci menjalani hukuman selama sekitar 10 hari.
Meskipun menjadi pendukung yang aktif, ia diabaikan setelah mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kontroversi dalam sebuah wawancara media.
7. Steve Bannon
Steve Bannon merupakan tokoh penting dalam strategi awal Donald Trump.
Ia dipecat pada tahun 2017 akibat perselisihan internal dan kemudian secara terang-terangan mengkritik Trump dalam berbagai kesempatan.
8. Mark Esper
Mark Esper diangkat mundur beberapa waktu setelah pemilu tahun 2020.
Tensi memburuk terkait pengelolaan protes dan kemungkinan pemanfaatan kekuatan militer. Ia digantikan oleh Christopher Miller.
9. Kirstjen Nielsen
Kirstjen Nielsen memimpin kebijakan imigrasi yang mendapat banyak perdebatan.
Ia diwajibkan mundur pada tahun 2019 dalam tenggang waktu persengketaan terkait penerapan batas wilayah dan kritikan dari berbagai kalangan.
10. Reince Priebus
Reince Priebus menjabat sebagai Sekretaris Pertama Trump.
Dilihat sebagai jembatan dengan kubu Partai Republik, ia dipecat saat muncul laporan mengenai kekacauan internal di Gedung Putih dan digantikan oleh John Kelly.