
Ringkasan Berita:
- Tokoh masyarakat suku Kamoro, Hilarius Samin, mengajak warga Mimika agar tidak terlibat dalam rencana aksi yang dijadwalkan pada hari Selasa (7/4/2026).
- Ia menganggap tindakan tersebut berpotensi menyebabkan ketidakamanan dan merusak stabilitas wilayah.
-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA - Tokoh utama Suku Kamoro Hilarius Samin mengingatkan penduduk dan pemuda asli Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, agar tidak terlibat dalam rencana aksi demonstrasi yang dilakukan secara bersamaan hari ini, Selasa (7/4/2026).
Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan terhadap penyebaran provokasi protes yang luas yang beredar melalui platform media sosial dan grup percakapan online dalam beberapa hari terakhir.
Di dalam distribusi tersebut, sekelompok mahasiswa meminta penghentian operasional PT Freeport Indonesia (PTFI).
Aksi demonstrasi itu mendapat penolakan tajam dari kalangan masyarakat adat.
Hilarius menganggap rencana pengumpulan massa tersebut tidak memiliki kebutuhan yang jelas dan justru berpotensi menimbulkan ketidakstabilan keamanan di kawasan Timika.
Ia khawatir tentang kemungkinan terjadinya konflik di lapangan yang bisa mengganggu kegiatan ekonomi serta ketenangan masyarakat secara keseluruhan.
"Tindakan yang tidak dikelola dengan baik hanya akan menimbulkan dampak buruk terhadap citra wilayah dan keselamatan penduduk setempat," tegas Hilarius dalam pesannya yang ditulis, malam Senin.
Menurut Hilarius, keberadaan industri pertambangan di Mimika merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan bagi masyarakat adat setempat.
Ia mengatakan bahwa Suku Kamoro dan Suku Amungme telah mendapatkan manfaat langsung dari program kemitraan perusahaan, khususnya di bidang layanan dasar.
Kontribusi nyata juga terasa di sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat, sehingga menjadi alasan kuat untuk mempertahankan iklim investasi yang mendukung.
"Banyak hal yang telah diberikan oleh Freeport kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Hal ini sangat berkontribusi dalam proses pembangunan wilayah," katanya.
Sebagai tindakan pencegahan, Hilarius telah memerintahkan para pemimpin pemuda Kamoro untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat di tingkat bawah.
Petunjuk tersebut dimaksudkan agar generasi muda tidak mudah terpikat oleh ajakan kelompok tertentu yang menyampaikan tujuan yang tidak menguntungkan.
Tujuan utama tokoh adat saat ini adalah menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Mimika tetap stabil sebelum dan setelah tanggal rencana pelaksanaan aksi tersebut.
"Saya telah meminta pemuda-pemuda Kamoro untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak ikut dalam aksi tersebut, karena bisa menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan," katanya lagi.
Hilarius juga mengingatkan warga untuk lebih hati-hati dalam memilih informasi yang bersifat provokatif dan cenderung menimbulkan ketegangan masyarakat.
Kesadaran bersama dalam menjaga perdamaian di tanah Amungsa menjadi tanggung jawab bersama dari tokoh adat, pemerintah, dan aparat keamanan.
"Dengan komitmen menjaga kestabilan, saya berharap semua program pembangunan di Kabupaten Mimika dapat terus berjalan tanpa gangguan konflik antar warga," tutupnya. (*)