Ambulans Macet, Korban Kecelakaan Sumedang Sewa Angkot, Kadinkes Minta Maaf -->

Ambulans Macet, Korban Kecelakaan Sumedang Sewa Angkot, Kadinkes Minta Maaf

7 Apr 2026, Selasa, April 07, 2026
Ambulans Macet, Korban Kecelakaan Sumedang Sewa Angkot, Kadinkes Minta Maaf
Ringkasan Berita:
  • Lansia yang menjadi korban kecelakaan tunggal di Jatinunggal, Sumedang, kesulitan dirujuk ke RSUD karena ambulans Puskesmas tidak dapat digunakan.
  • Korban akhirnya naik motor dan menyewa angkot karena merasakan nyeri sepanjang perjalanan.
  • Dinas Kesehatan Sumedang meminta maaf dan berjanji untuk mengevaluasi pelayanan ambulans agar lebih cepat dan tanggap.
 

Laporan Kontributor jabar.id, Kiki Andriana

PRIANGAN.COM, SUMEDANG -Seorang penduduk Kabupaten Sumedang, Asep Rusywanto (59), mengeluhkan kesulitan mendapatkan layanan ambulans setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jatinunggal, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 18.40 WIB.

Warga Dusun Cibogo RT04/05, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung awalnya jatuh saat mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi Z 2408 AAZ.

Ditangani di Puskesmas, Namun Tidak Dapat Dirujuk Menggunakan Ambulans

Setelah kejadian tersebut, Asep segera dievakuasi oleh tiga temannya ke Puskesmas Jatinunggal guna menerima pertolongan awal.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dianggap memerlukan perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah Umar Wirahadikusumah Sumedang.

Sayangnya, proses rujukan mengalami hambatan karena ambulans yang ada di puskesmas tidak bisa dimanfaatkan.

"Di Puskesmas korban hanya dibersihkan luka saja, kemudian dianjurkan untuk dirujuk ke RSUD," kata Jajang Tohir, teman korban, pada malam Minggu.

Pernah Terjadi Perdebatan dengan Petugas

Jajang mengungkapkan, ia pernah berselisih pendapat dengan petugas puskesmas setelah melihat dua unit ambulans terparkir di lokasi tersebut.

Namun, petugas menyatakan kendaraan tersebut tidak layak digunakan dan berusaha menghubungi sopir ambulans yang saat itu tidak berada di lokasi.

"Sudah ditekan, tetapi sopir ambulans tidak dapat dihubungi. Padahal ada kendaraannya di depan," katanya.

Setelah menunggu sekitar satu jam tanpa adanya kejelasan, korban akhirnya memutuskan untuk pergi sendiri.

Korban Menahan Nyeri, Dibawa Menggunakan Motor Hingga Menyewa Transportasi Umum

Di keadaan luka, Asep harus diangkut dengan sepeda motor ke RSUD.

Saat perjalanan, khususnya di kawasan Wado, keadaan korban memburuk dan mengeluh sakit kepala.

Kelompok tersebut kemudian berhenti berjalan dan menyewa kendaraan umum untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.

"Sepanjang perjalanan korban terus mengeluh kesakitan. Akhirnya kami menyewa angkot agar lebih aman," kata Jajang.

Harapan Evaluasi Pelayanan Kesehatan

Jajang berharap peristiwa ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

"Perlu dilakukan penilaian agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali," katanya.

Dinas Kesehatan Sumedang Meminta Maaf dan Memberikan Penjelasan

Merupakan tanggapan terhadap kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin, menyampaikan permintaan maaf kepada korban serta keluarga mereka.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Hal ini menjadi bahan evaluasi kami guna meningkatkan kualitas layanan," katanya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, berdasarkan laporan dari pihak puskesmas, korban segera mendapatkan pertolongan ketika tiba di tempat kejadian.

Namun pada saat itu layanan sedang sibuk, sementara terjadi perubahan shift sopir ambulans.

"Sopir pengganti tiba terlambat dan sulit dihubungi. Ketika sopir tiba, pasien telah pergi ke RSUD sendiri," katanya.

Komitmen Perbaikan Layanan

Dikdik menegaskan pihaknya akan memperlakukan kejadian ini sebagai bahan evaluasi mendalam agar layanan kesehatan, khususnya ketersediaan ambulans, dapat lebih cepat dan tanggap di masa depan.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya. (*)

 

Buka berita-berita Priangan.com di Google News

TerPopuler