
bengkalispos.com, SURABAYA – Perselisihan bersenjata yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah antara Iran dan aliansi Israel-Amerika Serikat menyebabkan calon jemaah haji (CJH) yang akan melakukan perjalanan spiritual ke Tanah Suci merasa cemas.
Kekhawatiran itu disampaikan oleh calon jemaah haji kloter 1 Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo, Sukri. Menurutnya, ketegangan antara pihak-pihak yang berselisih hingga "jual-beli" serangan rudal yang terjadi di ruang udara negara-negara di kawasan Jazirah Arab selalu terasa dalam pikirannya.
Bahkan, Sukri juga menyatakan bahwa 380 calon jemaah haji kloter 1 Embarkasi Surabaya (SUB) Kabupaten Probolinggo dianggap sebagai "hewan uji coba". Menurutnya, jika mereka berhasil melewati serangan rudal negara-negara yang berseteru dan tiba di Madinah, maka rombongan CJH lainnya secara otomatis dapat memasuki ruang udara Kerajaan Arab Saudi dengan aman.
"Ada rencana uji coba, kloter 1 Kabupaten Probolinggo, jika lolos dari rudal, kita semua bisa masuk [Arab] Saudi," kata Sukri saat diwawancarai di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kecamatan Sukolilo, Selasa (21/4/2026).
Saat akan melakukan penerbangan pertama calon jemaah haji dari Embarkasi Surabaya yang dimulai pukul 09.30 WIB besok dari Bandara Internasional Juanda Sidoarjo menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah, Sukri mengatakan ia terus-menerus memohon doa kepada Tuhan.
Ia mengungkapkan memohon kepada Tuhan agar istri dan anaknya yang juga ikut melakukan ibadah haji, serta calon jamaah haji lainnya, diberi kelancaran dan perlindungan selama perjalanan dari keberangkatan hingga tiba di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji.
Sukri juga mengakui bahwa ia berserah diri terhadap segala rangkaian perjalanan yang akan dijalaninya menuju Arab Saudi. Menurutnya, garis antara kematian dan kehidupan seseorang adalah urusan dari Yang Kuasa.
"Jika kita berserah diri kepada Allah, kehidupan dan kematian kita semata-mata karena Allah. Jika terkena rudal, yang memohonkan keselamatan dari dunia. Ya, semoga bisa meminta doa keselamatan," jelasnya.
Diketahui, sebanyak 760 jemaah haji kloter 1 dan 2 dari Kabupaten Probolinggo telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Selasa (21/4/2026) siang dan akan memulai keberangkatan CJH pada Rabu (22/4/2026) besok.
Meski begitu, setiap calon jemaah hajitidak perlu khawatir mengenai jalur penerbangan. Pemerintah terus memastikan dan menjadikan keselamatan jemaah haji 2026 sebagai prioritas, salah satunya melalui pengarahan mengenai rute penerbangan.
Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) secara terus-menerus bekerja sama dengan intensif bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk mengawasi perkembangan terbaru di wilayah Timur Tengah.
Kepala Perlindungan WNI Kemenlu Henin Hamidah menyatakan bahwa jadwal penerbangan dan keberangkatan haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana pemerintah Arab Saudi meskipun terjadi peningkatan ketegangan yang memengaruhi negara-negara di kawasan Teluk.
Ia menyebutkan rute penerbangan haji akan menghindari wilayah-wilayah yang sedang dalam konflik dengan melakukan penerbangan langsung tanpa transit menuju Arab Saudi.
"Untuk pengelola perjalanan jemaah haji, sebaiknya menghindari area yang sedang dalam konflik saat penerbangan, mengingat ada penerbangan langsung ke Jeddah," kata Heni, Kamis (16/4/2026).