
bengkalispos.com.CO.ID, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Kamis (15/4/2026), mengungkapkan bahwa terdapat 14 kapal yang dilaporkan berubah arah sebagai bentuk ketaatan terhadap blokade armada laut AS yang sedang berlangsung di perairan Iran.
"Angkatan AS menunjukkan fokus, waspada, dan sangat bersemangat saat menjalankan blokade terhadap kapal-kapal yang berusaha masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Setelah 72 jam penerapan blokade, 14 kapal memutarkan arah untuk mematuhi pembatasan yang diperintahkan oleh pasukan Amerika," ujar CENTCOM melalui platform X.
Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine menyatakan bahwa Angkatan Laut AS lebih menitikberatkan pada penerapan pembatasan di sepanjang pantai dan pelabuhan Iran daripada melakukan blokade Selat Hormuz.
Caine menyebutkan bahwa tindakan Angkatan Laut Amerika Serikat akan melibatkan perairan teritorial Republik Islam Iran serta perairan internasional di wilayah tanggung jawab lainnya, seperti Samudra Pasifik.
Kapal-kapal yang berada di bawah kendali Indo-Pasifik Amerika Serikat, menurut Caine, akan mengejar kapal yang memiliki bendera Iran atau kapal mana pun yang berusaha memberikan dukungan fisik kepada Iran, termasuk kapal-kapal armada gelap yang membawa muatan minyak Iran.
Pada akhir bulan Februari, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan bersama terhadap sasaran di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban jiwa dari kalangan sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah.
Selanjutnya, pada akhir pekan lalu, hari Sabtu (11/4), Iran dan Amerika Serikat mengadakan diskusi di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran mengenai gencatan senjata selama dua minggu.
Namun, pada hari berikutnya, Ahad (12/4), Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa Iran dan AS tidak berhasil mencapai kesepakatan selama pembicaraan. Trump kemudian mengumumkan pemberlakuan blokade terhadap semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.
Pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat menerapkan pembatasan di sepanjang pantai dan pelabuhan Iran, bukan di Selat Hormuz, ujar Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine pada hari Kamis.
"Saya ingin menegaskan. Pembatasan ini berlaku bagi semua kapal, tanpa memandang kebangsaannya, yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran. Tindakan AS ini merupakan pembatasan terhadap pelabuhan dan pantai Iran, bukan pembatasan terhadap Selat Hormuz," ujar Caine dalam konferensi pers.
Jenderal tersebut menyatakan bahwa tindakan tersebut akan mencakup perairan teritorial Republik Islam Iran serta perairan internasional di wilayah-wilayah lain yang menjadi tanggung jawabnya, seperti Samudra Pasifik.
"Di bawah pimpinan Laksamana Paparo, kami akan secara aktif mengejar setiap kapal yang berkibar bendera Iran atau kapal lainnya yang berusaha memberikan dukungan fisik kepada Iran. Ini mencakup kapal-kapal gelap yang mengangkut minyak Iran," tambah Caine.