AS Nafi Kapal Lolos Blokade, CENTCOM: 29 Armada Dihalangi -->

AS Nafi Kapal Lolos Blokade, CENTCOM: 29 Armada Dihalangi

23 Apr 2026, Kamis, April 23, 2026
Ringkasan Berita:
  • Pemimpin Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memaksa 29 kapal kembali ke pelabuhan asalnya sebagai bagian dari blokade laut yang diterapkan oleh Amerika terhadap Iran.
  • CENTCOM juga menolak keras laporan media yang menyatakan bahwa ada armada niaga yang membawa minyak berhasil melewati atau menembus penjagaan blokade Amerika Serikat.
  • Sebagai bukti, kapal M/V Hero II dan M/V Hedy disebut oleh CENTCOM telah dihentikan dan saat ini berlabuh di Chah Bahar (Iran), sementara M/V Dorena sedang dipantau ketat oleh kapal perusak Amerika di Samudra Hindia.
 

NEWS.COM - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan militer AS telah memerintahkan 29 kapal untuk kembali ke pelabuhan asalnya.

Tindakan tegas ini merupakan bagian dari operasi blokade laut yang diberlakukan terhadap Iran.

Melalui unggahan resmi di platform X, pihak CENTCOM menegaskan besarnya skala dan komitmennya dalam operasi pengamanan di wilayah Selat Hormuz.

"Angkatan bersenjata Amerika memiliki cakupan internasional. Pasukan Amerika bertugas dan melaksanakan pembatasan di seluruh wilayah Timur Tengah serta sekitarnya," demikian pernyataan CENTCOM yang dirilis pada hari Kamis dini hari WIB (23/4/2026).

Tolak Isu Kapal yang Berhasil Melintasi Blokade

Pada kesempatan yang sama, komando militer Amerika Serikat juga menolak keras beberapa laporan media yang dianggap tidak akurat.

Selanjutnya, misinformasi yang dimaksud oleh CENTCOM adalah pernyataan laporan yang menyebutkan bahwa beberapa kapal dagang berhasil melewati blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Dalam 24 jam terakhir, beberapa laporan media menyebarkan informasi bahwa sejumlah armada komersial berhasil melewati pengawasan militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Laporan-laporan tersebut mengacu pada kapal M/V Hero II, M/V Hedy, dan M/V Dorena sebagai contoh.

Namun, TNI Amerika Serikat menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar.

CENTCOM menyatakan bahwa kapal Hero II dan Hedy tidak pernah melakukan perjalanan melewati blokade sebagai armada yang membawa jutaan barel minyak ke pasar internasional.

Dua kapal tanker yang memiliki bendera Iran kini sedang berlabuh di wilayah Chah Bahar, Iran.

Keduanya ditangkap dan dihentikan oleh pasukan Amerika Serikat pada awal minggu ini.

Sementara itu, kapal M/V Dorena juga tidak terlepas dari tindakan yang diambil.

Kapal tersebut kini sedang diawasi secara ketat oleh kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Hindia.

Ini dilakukan Amerika Serikat setelah upayanya yang berusaha melanggar aturan blokade militer di wilayah tersebut.

Sanksi Amerika Serikat Mengusik Iran

Tindakan pembatasan yang dijalankan oleh Washington ini menimbulkan respons keras dari Teheran.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Parlemen Iran dan sekaligus Ketua Delegasi Perundingan putaran pertama yang berlangsung di Islamabad, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ghalibaf menganggap operasi laut Amerika Serikat di Selat Hormuz sebagai tindakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian yang sedang berlangsung.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Ghalibaf menyoroti tiga isu utama yang selama ini menjadi penghalang dalam negosiasi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

"Perdamaian penuh hanya bermakna jika tidak dilanggar oleh blokade laut, dan ancaman ekonomi global, serta jika hasutan perang Zionis di berbagai bidang dihentikan," kata Ghalibaf.

Menurut Ghalibaf, hingga tiga isu penting tersebut tidak selesai, upaya untuk mengembalikan jalur pelayaran krusial di wilayah ini tidak dapat dilakukan.

"Pembukaan kembali Selat Hormuz tidak bisa dilakukan dengan melanggar gencatan senjata secara terbuka," tutup Ghalibaf.

(news.com/Bobby)

TerPopuler