Bacaan Injil Katolik 5 April 2026: Renungan Harian yang Lengkap -->

Bacaan Injil Katolik 5 April 2026: Renungan Harian yang Lengkap

4 Apr 2026, Sabtu, April 04, 2026
Bacaan Injil Katolik 5 April 2026: Renungan Harian yang Lengkap
Ringkasan Berita:
  • Bacaan injil Katolik lengkap renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini.
  • Tanggal 5 April 2026 adalah Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan, Santo Vinsensius Ferreri, Pengaku Iman, Santa Yuliana dari Kornillon, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

FLORES.COM, MAUMERE - Mari kita periksa bacaan injil Katolik untuk Minggu 5 April 2026.

Bacaan injil Katolik lengkap dengan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini.

Tanggal 5 April 2026 adalah Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan, Santo Vinsensius Ferreri, Pengaku Iman, Santa Yuliana dari Kornillon, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Berikut adalah bacaan liturgi Katolik untuk hari Minggu tanggal 5 April 2026:

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 10:34a, 37-43

Kami pernah makan dan minum bersama Yesus setelah Ia bangkit dari kematian.

Pada suatu saat, Allah memerintahkan Petrus untuk pergi ke rumah seorang perwira bernama Kornelius. Di sana Petrus berkata, "Kamu pasti mengetahui segala hal yang terjadi di seluruh wilayah Yudea, dimulai dari Galilea,

setelah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu mengenai Yesus dari Nazaret: Bagaimana Tuhan menjadikan Dia berkuasa melalui Roh dan kekuatan.

Yesus adalah orang yang berkeliling sambil melakukan kebaikan dan menyembuhkan semua orang yang terkena gangguan iblis, karena Tuhan menyertai-Nya.

Kami menjadi saksi atas segala tindakan yang dilakukan Yesus di tanah Yudea serta di Yerusalem! Ia telah dibunuh dan dipasang di kayu salib.

Namun, Allah telah membangkitkan Dia pada hari ketiga. Dan Allah berkenan untuk Ia muncul, bukan kepada seluruh rakyat, melainkan kepada saksi-saksi yang sebelumnya telah ditentukan oleh Allah,

yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-Nya, setelah Ia bangkit dari kematian.

Dan Yesus telah memerintahkan kami untuk menyampaikan kepada seluruh umat manusia dan bersaksi bahwa Ia adalah yang ditetapkan Tuhan sebagai Hakim bagi orang-orang yang masih hidup dan yang sudah mati.

Mengenai Dia, semua nabi bersaksi bahwa siapa pun yang percaya kepada-Nya akan memperoleh pengampunan dosa melalui namanya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23

Merujuk pada hari ini, Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan penuh kegembiraan.

Ucapkanlah syukur kepada Tuhan, karena Ia baik, dan kasih setia-Nya berlaku untuk selamanya. Biarlah orang-orang Israel berkata, "Kasih setia Tuhan berlaku untuk selamanya."

Tangan kanan Tuhan penuh kuasa untuk menaikkan, tangan kanan Tuhan berlaku perkasa. Aku tidak akan mati, melainkan hidup, dan aku akan menyampaikan perbuatan-perbuatan Tuhan!

Batu yang dilemparkan oleh para tukang konstruksi kini menjadi batu dasar. Kejadian ini terjadi atas kehendak Tuhan, sebuah tindakan ajaib di mata kami.

Bacaan Kedua Kolose 3:1-4

Bayangkanlah hal yang terkait dengan Yesus, yang berada di tempat yang tinggi.

Saudara-saudara, kalian telah bangkit bersama dengan Kristus. Oleh karena itu, carilah hal-hal yang ada di sorga, tempat Kristus berada, yaitu di sebelah kanan Allah. Fokuslah pada hal-hal yang di atas, bukan pada hal-hal yang ada di bumi.

Karena kamu telah meninggal, dan hidupmu tersembunyi bersama Yesus Kristus di hadapan Allah. Yesus Kristus adalah kehidupan kita! Ketika Ia muncul kelak, kamu juga akan muncul bersama Dia dalam kemuliaan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Atau

Bacaan Kedua 1Korintus  5:6b-8

Buanglah ragi yang lama, agar kamu menjadi adonan yang baru.

Saudara-saudara, kalian tahu bahwa sedikit ragi saja mampu mengembangkan seluruh adonan. Oleh karena itu, buanglah ragi yang lama, agar kalian menjadi adonan yang baru, karena kalian memang tidak beragi.

Karena Yesus, Domba Paskah kita, telah mati sebagai tebusan. Oleh karena itu, marilah kita merayakan pesta, bukan dengan roti yang lama, dan bukan pula dengan ragi kejahatan dan kesalahan, tetapi dengan roti tanpa ragi, yaitu kejujuran dan kebenaran.

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

Sekuensi Paskah (PS 518)

harus dinyanyikan pada Hari Minggu Paskah Pertama, sebelum Bait Pengantar Injil

Halo saudara-saudari Kristen, puji Kristus, Sang Persembahan Paskah.

Cempe menggantikan domba: Yesus yang tidak berdosa menengahi kita dengan Bapa.

Kematian dan kehidupan yang luar biasa saling bertabrakan:

Hidup yang telah meninggal, bangkit dengan kemuliaan.

Katakanlah, Maria, yang kau lihat di jalan!

Kematian dan kehormatan Yesus Kristus yang hidup dan bangkit:

Saksi malaikat, kain keringat dan kain pembungkus mayat.

Yesus, harapan hidupku bangkit, pergi ke Galilea terlebih dahulu.

Kami percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian: Engkau Raja Pemenang, kasihanilah.

Atau

Victimae paschali laudes

immolent Christiani.

Agnus redemit oves:

Christus innocens Patri

reconciliavit peccatores.

Mors et vita duello

conflixere mirando:

dux vitae mortuus,

regnat vivus.

Dic nobis Maria,

quid vidisti in via?

Sepulcrum Christi viventis,

et gloriam vidi resurgentis:

Angelicos testes,

sudarium, et vestes.

Surrexit Christus spes mea:

praecedet suos in Galilaeam.

Scimus Christum surrexisse

a mortuis vere:

tu nobis, victor Rex,

miserere.

Amen. Alleluia.

Ayat Pengantar Injil 1 Korintus 5:7b-8a

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Mari kita merayakan Perjamuan Kudus, karena Yesus Kristus telah menjadi korban.

Bacaan Injil Yohanes 20:1-9

Yesus wajib bangkit dari antara orang-orang yang sudah mati.

Pada hari pertama minggu tersebut, ketika pagi masih gelap, Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus dan melihat bahwa batu telah dilepaskan dari pintu makam. Kemudian ia segera berlari untuk memberitahu Simon Petrus serta murid yang dikasihi Yesus.

Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah dibawa dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia disimpan." Lalu pergilah Petrus bersama murid yang lain menuju kubur tersebut.

Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung.

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: Kebangkitan Yesus

(Pemulihan yang Mengubah Segalanya Bacaan Injil: Yohanes 20:1-9)

Pagi yang Mengguncang Dunia

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak memasuki salah satu momen paling penting dalam sejarah iman: pagi Paskah. Injil Yohanes 20:1-9 menggambarkan suasana yang tenang, penuh pertanyaan, namun juga menyimpan misteri besar yang akan mengubah dunia selamanya.

Maria Magdalena pergi ke makam saat pagi belum tiba. Kegelapan di luar mencerminkan kegelapan dalam hatinya—rasa sedih, kehilangan, dan kebingungan setelah kematian Yesus. Namun, di tengah kegelapan tersebut, mulai muncul cahaya.

Kubur kosong.

Peristiwa ini bukan hanya kejadian yang aneh, tetapi merupakan permulaan dari harapan yang baru. Dalam renungan harian Katolik ini, kita akan memahami makna kebangkitan Yesus yang tidak hanya terjadi 2000 tahun yang lalu, tetapi juga ingin terwujud dalam kehidupan kita sekarang.

Makna Makam Kosong: Tanda, Bukan Akhir

Kubur Kosong Bukan Kehilangan, Tapi Awal

Terkadang dalam kehidupan, kita mengalami "kubur kosong"—rasa kehilangan, kegagalan, dan harapan yang tampaknya lenyap. Kita mencari Tuhan, namun yang kita temui hanyalah ketiadaan.

Namun, dengan mempertimbangkan renungan Injil Yohanes 20:1-9, kita diingatkan bahwa:

Kubur yang kosong bukan berarti Tuhan telah pergi, melainkan menunjukkan bahwa Tuhan sedang bekerja dengan cara yang berbeda.

Yesus tidak lagi berada di dalam kubur karena Ia telah bangkit. Hal ini merupakan inti dari keyakinan umat Kristiani.

Iman yang Berkembang Melalui Tanda

Petrus serta murid-murid lainnya segera berlari menuju makam. Mereka melihat kain kafan tersusun rapi. Tidak ada jenazah Yesus. Namun, dari tanda tersebut, iman mulai berkembang.

Injil mengatakan:

“Ia melihatnya dan percaya.”

Ini menarik. Mereka belum melihat Yesus secara langsung, namun tanda-tanda kecil sudah cukup untuk membangkitkan iman.

Dalam kehidupan kita, Tuhan sering muncul melalui tanda-tanda kecil:

doa yang terkabul secara tidak terduga permohonan yang dijawab dengan cara yang tak terduga doa yang dikabulkan secara tak terduga permohonan yang terkabul dalam cara yang tidak terduga doa yang dijawab dengan cara yang tidak terduga permohonan yang dijawab secara tak terduga doa yang dikabulkan secara tak terduga permohonan yang terkabul tanpa diduga doa yang dijawab dengan cara yang tidak terduga permohonan yang dijawab secara tak terduga

penghiburan di saat terpuruk

kekuatan untuk bangkit kembali setelah mengalami kegagalan

Melalui pemikiran tentang firman Tuhan hari ini, kita diperintahkan untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda tersebut.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

Kebangkitan: Dari Kematian Menuju Harapan

Kebangkitan Mengalahkan Ketakutan

Siswa-siswa awalnya hidup dalam ketakutan. Mereka merasa segalanya telah berakhir. Namun kebangkitan Yesus mengubah rasa takut menjadi semangat.

Bangkitnya bukan hanya kejadian sejarah, tetapi:

kemenangan atas dosa

kemenangan atas kematian

kemenangan atas keputusasaan

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diingatkan bahwa tidak ada kondisi yang terlalu gelap bagi Tuhan.

Kebangkitan dalam Hidup Sehari-hari

Mungkin kita tidak dapat melihat Yesus secara fisik, namun kita masih bisa merasakan kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari:

saat kita memaafkan seseorang yang melukai kita

saat kita memutuskan bangun kembali setelah terjatuh

saat kita tetap percaya meskipun dalam ketidakpastian

Bangkitnya bukan sekadar kejadian iman, melainkan juga cara hidup.

Dari Melihat ke Percaya

Perjalanan Iman Itu Bertahap

Siswa-siswa tidak langsung memahami. Mereka melihat, berpikir, kemudian percaya. Ini merupakan perjalanan iman yang sangat alami bagi manusia.

Kadang kita juga:

mempertanyakan Tuhan

merasa ragu

tidak mengerti rencana-Nya

Namun Tuhan tidak murka. Ia memanggil kita untuk terus melangkah, sebagaimana para murid.

Percaya Tanpa Melihat

Inilah inti iman Kristiani:

percaya tanpa perlu melihat sepenuhnya

Di tengah dunia yang penuh dengan logika dan kecepatan, iman seringkali terasa berat. Namun melalui renungan harian Katolik, kita diingatkan bahwa iman merupakan keyakinan yang muncul dari hubungan dengan Tuhan.

Refleksi Diri: Apakah Aku Telah Bangkit Bersama Yesus?

Ayo kita berhenti sejenak dan bertanya:

Apakah aku masih terjebak dalam "kubur" masa lalu?

Apakah aku berani mempercayai meskipun belum melihat jawaban dari Tuhan?

Apakah aku mengizinkan Yesus bangkit dalam kehidupanku?

Kebangkitan tidak hanya berkaitan dengan Yesus, tetapi juga dengan kita sendiri.

Tuhan mengundang kita untuk:

keluar dari kegelapan

meninggalkan dosa

memulai hidup baru

Poin Utama Renungan Hari Ini

Dalam renungan Injil Yohanes 20:1-9, terdapat tiga pesan penting yang dapat kita pelajari:

1. Tuhan Selalu Lebih Tinggi daripada Kegelapan

Apapun yang kamu alami, Tuhan telah lebih dahulu mengalahkannya.

2. Keyakinan Dimulai dari Hal Kecil

Tanda kecil dapat menjadi awal dari iman yang besar.

3. Kebangkitan Itu Nyata dalam Kehidupan Kita

Setiap kali kita bangun, kita sedang mengalami kebangkitan bersama Yesus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang bangkit,

Kau telah mengalahkan kematian dan membuka jalan menuju kehidupan bagi kami.

Ajarkan kami untuk percaya meskipun belum melihat, berharap meskipun situasi sulit, dan bangkit setiap kali kami terjatuh.

Bangkitkanlah iman kami, Tuhan, sehingga kami dapat menjadi saksi akan kebangkitan-Mu dalam dunia ini. Amin. (Sumber dari Katolik.com/kgg)

Berita Lainnya di FLORES.COM pada Google News

TerPopuler