
bengkalispos.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengumumkan pengungkapan informasi mengenai transaksi keterkaitan berupa pemindahan saham anak perusahaan, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), kepada PT Danantara Asset Management (DAM).
Transaksi tersebut dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat pada 1 April 2026 antara PT Mandiri Sekuritas (Mansek) dan Koperasi Konsumen Pegawai Bank Mandiri sebagai pihak penjual, sedangkan DAM bertindak sebagai pihak pembeli.
Jumlah transaksi yang disepakati mencapai Rp1,024 triliun untuk 1.499 lembar saham atau setara dengan 99,93% kepemilikan di MMI.
Manajemen Bank Mandiri mengungkapkan, transaksi ini merupakan bagian dari inisiatif konsolidasi perusahaan manajemen aset dalam ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang di bawah pengelolaan DAM. Tindakan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi bisnis serta meningkatkan kemampuan pengelolaan aset secara terpadu.
Perseroan menegaskan bahwa transaksi ini termasuk dalam transaksi afiliasi karena adanya hubungan pengendalian oleh pihak yang sama, yaitu Negara Republik Indonesia, terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Namun, Direksi dan Dewan Komisaris BMRI memastikan bahwa transaksi dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat dan tidak memiliki konflik kepentingan.
Dari segi materialitas, besaran transaksi ini hanya setara sekitar 0,32% dari ekuitas konsolidasi perusahaan pada 31 Oktober 2025. Oleh karena itu, transaksi tersebut tidak memenuhi standar sebagai transaksi yang bersifat material dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Berdasarkan laporan evaluasi yang dilakukan oleh pihak ketiga, nilai pasar seluruh saham MMI mencapai sekitar Rp1,004 triliun, sehingga harga transaksi yang disepakati dianggap masuk dalam kategori wajar. Penilaian ini menggunakan pendekatan pasar dan pendapatan, termasuk metode perbandingan dengan perusahaan sejenis sertadiscounted cash flow.
Setelah transaksi berlangsung secara resmi, kepemilikan MMI akan sepenuhnya berpindah ke DAM, sehingga perusahaan tersebut menjadi bagian dari sistem pengelolaan aset yang berada di bawah naungan Danantara.