Budaya Melayu Jangan Hanya Seremoni, Tapi Harus Jadi Bagian Kehidupan Sehari-hari -->

Budaya Melayu Jangan Hanya Seremoni, Tapi Harus Jadi Bagian Kehidupan Sehari-hari

7 Apr 2026, Selasa, April 07, 2026
Budaya Melayu Jangan Hanya Seremoni, Tapi Harus Jadi Bagian Kehidupan Sehari-hari

bengkalispos.com—Budaya Melayu di Kota Medan terus berupaya untuk hadir lebih dekat kepada masyarakat dari berbagai suku melalui pendekatan yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan jaman. Pemerintah Kota (Pemko) Medan juga mendorong berbagai inovasi agar kekayaan budaya ini tidak hanya terlihat dalam acara formal, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ketika menerima pertemuan resmi dari panitia Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia di Balai Kota Medan, Senin (6/4).

Pada pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian serta Kabag Kesra Agus Suryono.

Rico Waas menekankan perlunya langkah nyata dalam memperkenalkan budaya Melayu, bukan hanya sebatas kegiatan formal. Ia mendorong penguatan melalui berbagai bentuk kreatif, seperti tarian tradisional, seni pertunjukan, hingga eksplorasi di bidang perfilman dan masakan.

Menurutnya, ruang publik juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana promosi budaya. Ia memberikan contoh kegiatan car free night yang dapat diisi dengan tampilan budaya Melayu sebagai upaya memperkenalkan sekaligus menjaga tradisi kepada masyarakat luas.

Selain itu, ia menekankan bahwa regenerasi sangat penting untuk menjaga kelangsungan budaya. Generasi muda, menurutnya, perlu terlibat secara aktif dengan pendekatan yang lebih modern.

"Kalangan pemuda perlu berpartisipasi aktif dalam memajukan budaya Melayu dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kreativitas mereka sangat diperlukan agar budaya tetap relevan dan dekat dengan masyarakat," katanya.

Ketua Panitia, Milhan, mengatakan bahwa Gebyar Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia akan diadakan di sebuah hotel di Medan dan melibatkan berbagai organisasi Melayu.

Acara ini dijadwalkan dihadiri oleh beberapa tokoh Melayu, termasuk anggota DPD RI Sultan Najamuddin, para raja dari Sumatera Utara dan wilayah lain, serta peserta yang berasal dari minimal 10 provinsi.

“Kami berharap Bapak Wali Kota bisa hadir dan memberikan pidato,” ujar Milhan.

TerPopuler