
bengkalispos.com.CO.ID, SAMARINDA -- Setiap individu memiliki kemampuan untuk berkembang dan berkontribusi, terlepas dari kondisi serta latar belakangnya. Termasuk, mereka yang menjalani kehidupan dengan keterbatasan.
Mendukung prinsip inklusivitas, PNM, lembaga keuangan milik negara yang berupaya mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat kecil, hadir untuk mendukung proses pemberdayaan mereka melalui pendanaan dan bimbingan usaha yang berkelanjutan.
Sehingga PNM tidak hanya memperkuat sisi ekonomi, tetapi juga mendukung perempuan yang kurang mampu, termasuk penyandang disabilitas, agar lebih percaya diri, mandiri, dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Sebuah kisah nyata yang menggambarkan upaya ini terwujud dalam diri Ibu Ani Juwariyah, seorang penyandang disabilitas yang juga nasabah PNM Mekaar di Samarinda, Kalimantan Timur, yang dengan tekun mengembangkan usaha roti dari rumahnya.
Usaha kecil yang ia bangun secara perlahan berkembang menjadi sumber penghasilan untuk keluarganya, sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan kemampuan ekonomi mereka.
Sementara menjalani berbagai aktivitasnya, Ibu Ani memegang jabatan sebagai Ketua PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia) Kalimantan Timur. Ia giat terlibat dalam kegiatan untuk memperkuat sesama difabel agar memiliki rasa percaya diri, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah terhadap prasangka melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.
Kepala Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary menyatakan bahwa PNM yakin setiap usaha, sekecil apa pun, memiliki makna yang penting. Cerita seperti Ibu Ani menjadi pengingat bahwa pemberdayaan bukan hanya sekadar kegiatan program.
Namun, pemberdayaan ini berkaitan dengan memberikan harapan dan membuka jalur bagi mereka yang ingin bangkit dari berbagai lapisan dan latar belakang.
"PNM berkomitmen untuk terus menyediakan akses dan bimbingan agar setiap nasabah, termasuk para penyandang disabilitas, bisa berkembang dan mandiri secara ekonomi," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Dukungan PNM tidak hanya terbatas pada sisi keuangan, tetapi juga memperkuat mental, keterampilan, serta jaringan sosial yang mendukung kelangsungan usaha nasabah melalui peningkatan kapasitas usaha (PKU) dalam setiap pertemuan kelompok mingguan (PKM).
Melalui kisah Ibu Ani Juwariyah, PNM berharap batasan bukanlah akhir, tetapi awal dari kekuatan untuk bangkit. Di masa depan, PNM yakin mampu memperluas cakupan pemberdayaan dan menciptakan lebih banyak kisah-kisah serupa dengan Ibu Juwariyah.
Dengan langkah kecil yang konsisten, PNM yakin akan muncul lebih banyak orang yang mandiri yang tidak hanya mengubah kehidupan mereka sendiri, tetapi juga memberikan dampak bagi keluarga, masyarakat, serta Indonesia yang lebih inklusif dan menciptakan perekonomian rakyat.