Bupati Garut: PNS adalah Pelayan Masyarakat -->

Bupati Garut: PNS adalah Pelayan Masyarakat

5 Apr 2026, Minggu, April 05, 2026
Bupati Garut: PNS adalah Pelayan Masyarakat

KABAR GARUT.COM - Pelatihan Dasar atau Latsar bukan hanya sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan kesempatan penting dalam membangun karakter Aparat Sipil Negara (ASN), yang berdasarkan nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

Dan menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah impian yang dipilih secara sadar oleh peserta. Oleh karena itu, tanggung jawab dalam melayani masyarakat harus dilakukan dengan penuh hati dan tidak disia-siakan.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan hal tersebut saat menutup pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2026 di Aula UPT Balai Diklat Kependudukan dan Keluarga Berencana Garut, pada Sabtu (4/4/2026).

Kepala daerah juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kejujuran selama mengikuti proses pembelajaran.

Baru saja saya menerima informasi bahwa selama masa pembelajaran, Bapak Ibu telah mengikuti pelatihan khusus yang berkaitan dengan perubahan paradigma berpikir, cara bertindak, serta cara berbicara yang menunjukkan bahwa Bapak Ibu semua telah mengalami transformasi dari seorang biasa menjadi Aparatur Sipil Negara, menjadi PNS," katanya.

Dikatakan oleh Bupati, PNS atau ASN saat ini adalah pelayan masyarakat bukan yang dilayani.

"Kita dalam pelayanan publik, bertugas untuk melayani bukan untuk dilayani, saya selalu menyampaikan kepada bapak dan ibu semua, tolong ingat bahwa kita dibayar untuk melayani masyarakat," katanya.

Selain menjadi pelayan masyarakat, Bupati menekankan tugas ASN sebagai pelaksana kebijakan publik. Ia mengajak seluruh peserta untuk menyelaraskan visi, misi, dan tindakan demi mendukung program pembangunan di Kabupaten Garut.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan (BKD) Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, menyampaikan bahwa pelatihan tahun ini diikuti oleh keseluruhan 153 peserta yang dibagi dalam Angkatan 1 sampai dengan 5.

Peserta telah mengikuti berbagai tahap proses pembelajaran yang menyeluruh, termasuk belajar mandiri, pembelajaran jarak jauh (distance learning), adaptasi, serta hal-hal lainnya.

Kristanti menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan disusun untuk menyentuh dua bidang utama: pengembangan karakter (sikap bela negara dan nilai inti BerAKHLAK) serta penguatan kompetensi dalam tugas pokok (administrasi dan substansi).

"Melalui kurikulum yang disusun dan materi yang disampaikan diharapkan mampu menciptakan pegawai negeri sipil yang profesional dan berintegritas, berdasarkan nilai inti ASN dalam menjalankan tugas serta jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, dan sebagai penghubung serta pemersatu bangsa," ujar Kristanti.

TerPopuler