
Ringkasan Berita:
- Cara belajar Rinita Irawati, putri seorang pengemudi ojek online (ojol) yang berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung melalui jalur SNBP.
- Ternyata sulit bagi Rinita untuk mewujudkan keinginannya masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).
- Karena Rinita menyadari memiliki keterbatasan ekonomi karena orang tua bekerja sebagai pengemudi ojek online. Sementara ibunya hanya bertugas sebagai ibu rumah tangga.
lampung.co.id, Bandar Lampung -Mengungkap metode belajar Rinita Irawati, putri seorang pengemudi ojek online (ojol) yang berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
Rinita tinggal di Jalan Way Sabu Nomor 20, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung.
Ternyata sulit bagi Rinita untuk mewujudkan keinginannya masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).
Karena Rinita menyadari memiliki keterbatasan ekonomi karena orang tua bekerja sebagai pengemudi ojek online. Sementara ibunya hanya bertugas sebagai ibu rumah tangga.
Meskipun demikian, Rinita tidak merasa malu dengan kondisi orang tuanya. Justru ia merasa bangga karena pekerjaan ayahnya sebagai driver ojol sering membantu orang lain dalam mengantarkan ke tujuan mereka.
Rinita mengakui bahwa dirinya adalah penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar), yaitu kartu identitas yang menandai penerima bantuan uang tunai pendidikan dari program pemerintah Indonesia (Program Indonesia Pintar/PIP).
KIP diperuntukkan bagi anak berusia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga miskin atau rentan miskin agar tetap dapat memperoleh kesempatan pendidikan, serta memastikan kelanjutan proses belajar dari jenjang SD hingga SMA/SMK.
Mengenali keterbatasan yang dimilikinya, Rinita berusaha mewujudkan impiannya sejak kecil dengan tekun belajar. Rinita belajar mandiri di rumah, serta memaksimalkan kesempatan pendidikan di sekolah.
Ia tidak menambah jam belajar di lembaga lain karena tidak memiliki dana untuk membayar les. Kegiatan bimbingan belajar yang diikuti hanya yang telah dijadwalkan oleh sekolah.
Meski demikian, Rianita tidak kehabisan cara dalam menghadapi kesulitan belajar saat belajar mandiri di rumah, yaitu dengan memanfaatkan YouTube.
"Saya benar-benar belajar mandiri di rumah, terkadang memanfaatkan video YouTube sebagai media pembelajaran. Karena saya tidak mengikuti les, karena orang tua saya juga tidak mampu membayar biaya les di luar sekolah," ujar Rinita, Kamis (2/4/2026).
Seorang penggemar olahraga basket menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya menjaga konsistensi dalam meraih prestasi yang bagus saat berada di bangku sekolah.
"Jika hasratnya tinggi dan usahanya juga harus kuat, meskipun ada keterbatasan dalam ekonomi tetap semangat harus ada, maka akan ada jalan dan jangan berhenti berusaha," kata Rinita, putri tunggal dari pasangan Isnaini dan Bukhori.
Usaha yang dilakukannya membuahkan hasil meskipun ia tidak menyangka akan diterima sebagai calon mahasiswa kedokteran Unila melalui jalur prestasi.
Rinita Irawati mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas prestasinya. "Alhamdulillah, meskipun saya anak dari seorang pengemudi ojek dan ibu hanya seorang ibu rumah tangga, saya bersyukur bisa diterima di FK Unila," katanya.
Ia tidak pernah melupakan jasa para gurunya, sehingga tidak ragu untuk mengucapkan terima kasih karena telah membimbingnya selama ini.
Saya mengucapkan terima kasih kepada guru-guru di SDN Teladan, SMPN 1 Bandar Lampung, dan SMAN 1 Bandar Lampung karena telah membimbing saya hingga akhirnya diterima di Fakultas Kedokteran Unila. Saya sangat berterima kasih atas bantuan dan bimbingan yang telah diberikan selama ini," katanya.
Kini ia berharap, setelah diterima di Fakultas Kedokteran Unila, dapat menyelesaikan studinya dengan lancar, tanpa kendala hingga lulus tepat waktu.
Bukhori, ayah Rinita, juga memberikan penjelasan mengenai sifat putrinya yang akhirnya berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Unila.
Bukhori mengakui bahwa Rinita memang sejak kecil senang belajar. Selain itu, ia taat dan selalu mendengarkan nasihat orang tuanya.
Ia mengakui selalu mendukung impian putrinya dengan memberikan semangat kepada anak untuk belajar dan tidak takut memiliki cita-cita yang tinggi. "Maka dari itu, kami terus mendorong serta mengingatkan untuk berdoa dan belajar," katanya.
(lampung.co.id/Bayu Saputra)