Dari panggung rock ke tanah suci, kisah tak terduga Didik 'Seket' -->

Dari panggung rock ke tanah suci, kisah tak terduga Didik 'Seket'

24 Apr 2026, Jumat, April 24, 2026

jatim.bengkalispos.com, SURABAYA - Ibadah haji sering dianggap sebagai panggilan dari Tuhan yang datang tanpa pernah terduga. Pengalaman ini dirasakan oleh Didik Subiantoro, seorang musisi rock asal Surabaya yang tiba-tiba diberi kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026.

Vokalis band Astakula yang dikenal dengan panggilan Didik 'Seket' ini berangkat untuk menggantikan almarhum ayahnya yang meninggal pada tahun 2013. Ia juga turut serta mendampingi ibunya dalam menjalankan ibadah haji.

"Usia saya tahun ini 50 tahun, ternyata ada rahasia Tuhan di tahun ini, alhamdulilah saya mendapatkan panggilan untuk berhaji," ujar Didik Subiantoro di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (23/4).

Julukan 'Seket' yang diberikan kepadanya terasa sesuai. Dalam bahasa Jawa, seket berarti lima puluh—usia Didik ketika akhirnya melakukan ibadah haji.

Didik mengakui bahwa ia tidak pernah membayangkan bisa pergi ke Tanah Suci. Oleh karena itu, dia tidak melakukan persiapan khusus selain mengikuti manasik seperti jemaah lainnya.

"Tidak terbayang sebelumnya bisa berangkat haji. Persiapan khusus tidak ada, ya hanya manasik seperti biasa," katanya.

Pergi tahun ini menjadi momen penting bagi Didik. Selain menggantikan ayahnya, dia juga memiliki tanggung jawab besar dalam menemani ibunya yang sudah tua.

Saya mendampingi ibu saya dalam menjalani ibadah haji tahun ini. Karena saya tidak sendirian dan ini bukan sedang berwisata," katanya.

Fokus dalam merawat ibunya membuat Didik harus membatasi kegiatannya selama berada di Arab Saudi. Ia bahkan memutuskan menolak undangan untuk bertemu dengan rekan sesama seniman agar bisa menjalankan tanggung jawabnya.

"Saya batasi segalanya. Khawatir tidak fokus karena harus merawat ibu," katanya.

Sebagai seorang musisi, Didik terkenal sering menghasilkan lagu secara spontan. Namun, ia tidak bermaksud memaksa dirinya untuk berkarya selama berada di Tanah Suci.

"Jika ingin membuat lagu pasti ada keinginan, namun biasanya lagu muncul secara alami, tidak diatur," katanya.

Didik tidak menetapkan target tinggi setelah pulang dari ibadah haji. Ia hanya berharap ibadahnya diterima dan membawa perubahan yang lebih baik.

"Semoga ibadahnya diterima dan membawa perbaikan bagi semua dalam kehidupan. Harapannya bisa melakukan ibadah haji dalam kondisi sehat. Kembali juga sehat, setelah itu semuanya akan menjadi lebih baik," ujarnya.

Didik terdaftar sebagai calon jemaah haji kloter 8 dari Kabupaten Pasuruan dan rencananya akan berangkat ke Tanah Suci hari ini, Jumat (24/4).(mcr12/jpnn)

TerPopuler