HARIAN BOGOR RAYA — Peluncuran Desa Binaan Fisioterapi Komunitas di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor berlangsung pada Kamis (23/4/2026) dan mendapat perhatian karena melibatkan langsung aparat setempat, termasuk Danramil 0621-04/Klapanunggal. Program ini menghadirkan 96 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta III yang turun langsung memberikan layanan kesehatan kepada warga.Acara yang diselenggarakan di halaman Kantor Desa Nambo, Kampung Walahir, dimulai pukul 09.30 WIB menjadi tindakan nyata kerja sama antara dunia pendidikan, aparat teritorial, dan masyarakat. Kehadiran Danramil Klapanunggal dinilai memperkuat keterlibatan lintas sektor dalam mendukung program kesehatan berbasis komunitas di daerah tersebut.
Pada kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Fisioterapi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan fokus pada pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu yang sedang menyusui, lansia, serta bayi dan balita. Pelayanan yang diberikan secara khusus bertujuan untuk menangani gangguan kesehatan yang berkaitan dengan fungsi otak dan perkembangan anak.
Beberapa pejabat turut hadir dalam pembukaan acara ini, mulai dari jajaran pimpinan Poltekkes Kemenkes Jakarta III seperti wakil direktur, ketua jurusan fisioterapi, dosen, hingga staf administrasi. Selain itu, perwakilan dari pihak keamanan dan pemerintahan desa juga hadir, termasuk Bhabinkamtibmas, utusan puskesmas, serta perangkat desa dan kader PKK.
Acara dimulai dengan pembukaan dan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pidato dari berbagai pihak. Kesempatan penting ini ditandai dengan penandatanganan berita acara peresmian Desa Binaan Fisioterapi sebagai tanda dimulainya program yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Kehadiran aparat TNI melalui Danramil Klapanunggal tidak hanya bersifat formal, tetapi juga sebagai wujud dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan fisioterapi yang selama ini tidak merata, khususnya di tingkat desa.
Selama kegiatan berlangsung hingga pukul 10.30 WIB, kondisi terlihat aman, teratur, dan berjalan lancar. Program Desa Binaan Fisioterapi ini diharapkan menjadi contoh pengabdian masyarakat yang bisa ditiru di daerah lain, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam bidang kesehatan.