
bengkalispos.comDari kandidat pemenang empat gelar, Arsenal kini menghadapi ancaman untuk tidak meraih gelar juara pada musim 2025-2026 setelah dalam dua minggu terakhir kehilangan dua trofi dari tangannya.
Sebelum tanggal 22 Maret lalu, Arsenal berada dalam posisi yang baik untuk memperoleh quadruple atau 4 gelar dalam satu musim.
Di Premier League, The Gunners memimpin klasemen dengan keunggulan 9 poin dari Man City.
Namun, terdapat catatan bahwa lawan terdekatnya baru saja bermain dalam 30 pertandingan, sementara Tim Meriam telah tampil sebanyak 31 kali.
Declan Rice dan kawan-kawan saat itu juga telah mencapai final Piala Liga Inggris dan akan menghadapi Manchester City.
Di Piala FA, mereka masih memiliki kesempatan untuk menjadi juara setelah berhasil melaju ke babak perempat final menghadapi Southampton.
Di Liga Champions, Arsenal sampai ke babak perempat final dan akan menghadapi Sporting CP.
Jalur telah terbuka bagi The Gunners untuk secara perlahan mewujudkan quadruple, tetapi mereka menghancurkan diri sendiri sejak 22 Maret lalu.
Berlaga di final Piala Liga Inggris, tim yang dilatih Mikel Arteta kalah 0-2 dari Manchester City karena kesalahan yang dilakukan kiper Kepa Arrizabalaga.
Kiper tidak berhasil menangkap bola dengan baik, sehingga Nico O'Reilly mampu mencetak gol pertama bagi The Citizens.
Salah satu dari empat trofi yang mungkin terbang telah hilang, meskipun pertandingan tersebut merupakan kesempatan bagus bagi Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung lebih dari lima musim.
Piala FA yang terakhir kali diraih oleh Arsenal adalah pada musim 2019-2020.
Jeda internasional diharapkan dapat membantu suporter Arsenal dalam memperkuat barisan tim kesayangan mereka untuk setidaknya mengejar treble setelah gagal meraih quadrupe.
Namun, setelah kembali bermain pasca FIFA Matchday Maret, impian treble malah hancur.
Pada hari Sabtu (4/4/2026) di St Mary's Stadium, Arsenal kalah 1-2 dari tuan rumah Southampton dalam pertandingan perempat final Piala FA.
Kembali lagi kekalahan yang dihiasi oleh kesalahan pemain Arsenal saat Ben White tidak mampu menyundul bola, sehingga Ross Stewart berhasil membuka skor untuk Southampton.
Artinya dalam dua minggu terakhir, dua kesempatan memperoleh trofi dilewatkan oleh Tim Meriam.
Kekalahan di kandang Soton memang sangat mengecewakan mengingat lawan yang dihadapi oleh Arsenal adalah tim dari Divisi Championship.
Sekarang mereka hanya memiliki kesempatan untuk menjadi juara ganda, yaitu di Liga Premier dan Liga Champions.
Dengan dua kekalahan beruntun dalam dua pertandingan terakhir yang menyebabkan hilangnya dua trofi, Arsenal memasuki laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Sporting CP pada Selasa (7/4/2026) di Lisbon dalam kondisi yang kurang menggembirakan.
Bahaya berada di depan mata mengingat Sporting memiliki grafik performa yang lebih baik.
Tim Singa hanya kalah satu kali dalam 16 pertandingan sejak tanggal 16 Januari.
Satu-satunya kekalahan terjadi saat mereka kalah 0-3 dari Bodo/Glimt dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Hasil tersebut berhasil dibalikkan oleh Sporting melalui kemenangan luar biasa 5-0 dalam pertandingan kedua, sehingga mereka memperoleh tiket untuk melaju ke babak perempat final.
Sementara Arsenal, yang dianggap sebagai kandidat untuk meraih gelar quadruple, hanya mampu menjadi pemenang double, Sporting masih mampu mencapai treble.
Di Liga Portugal, mereka berada di posisi kedua klasemen dengan selisih 5 poin dari FC Porto dan memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan.
Sporting memiliki kesempatan untuk memenangkan Piala Portugal setelah berhasil mengalahkan Porto dengan skor 1-0 dalam pertandingan leg pertama babak semifinal.
"Di dalam sebuah musim, Anda pasti akan mengalami masa yang sulit," ujar Arteta menanggapi kekalahan beruntun yang dialami timnya, sebagaimana dilaporkan oleh BBC.
Kami menghadapi dua hasil yang sangat mengecewakan dan perlu bangkit kembali.
Sekarang kita perlu menunjukkan bahwa tim ini terdiri dari apa dan membuktarkannya di lapangan.
Tekanan selalu sama sejak awal musim ketika ekspektasi terhadap tim Anda sangat besar.
"Tidak ada yang akan menetapkan tujuan dan standar yang lebih tinggi daripada yang kami lakukan sendiri," tutupnya.