Ringkasan Berita:
- Eko Patrio mengalami trauma ketika bertemu orang yang memiliki latar belakang tertentu akibat kejadian perampokan yang terjadi di rumahnya.
- Sekarang Eko Patrio mulai menerima dengan tulus dan bangkit, bahkan tidak meminta kompensasi terkait perampasan.
- Eko Patrio mulai berjumpa dengan teman-temannya, ia menyebut panggilan dari mereka sebagai hadiah.
STYLE.COM- Eko Patrio termasuk salah satu tokoh politik yang terkena dampak dari aksi perusakan yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.
Kejadian itu tidak hanya mendapat perhatian masyarakat, tetapi juga meninggalkan luka yang dalam, baik secara finansial maupun emosional bagi dirinya dan keluarganya.
Rumah pribadi Eko yang berada di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, dilaporkan menjadi tempat serangan massa. Pada peristiwa tersebut, banyak barang berharga raib dibawa lari, menyisakan kerusakan yang cukup parah di dalam rumahnya.
Peristiwa ini dimulai dari tindakan Eko yang menimbulkan perdebatan, yaitu ketika ia menari dalam sidang tahunan MPR pada 15 Agustus 2025.
Tindakan itu dinilai kurang empati terhadap rakyat, sehingga mendapat kritikan hingga penghinaan.
Di tengah kondisi yang masih memanas, beredar video parodi Eko Patrio di TikTok. Tindakan ini semakin memicu kemarahan masyarakat karena dinilai tidak menunjukkan rasa empati terhadap kegelisahan rakyat.
Selain Eko, beberapa tokoh politik lainnya juga mengalami kesalahan. Mulai dari Uya Kuya, Nafa Urbach, hingga Ahmad Sahroni.
Hal itu semakin memperburuk suasana hingga memicu penumpukan rasa kecewa dari masyarakat. Puncak kemarahan tersebut akhirnya meledak dalam bentuk tindakan perusakan yang terjadi pada 30 Agustus 2025.
Perampasan itu berdampak sangat besar terhadap keadaan pikiran Eko.
Ia mengalami luka batin yang mendalam akibat kejadian tersebut. Bahkan, suami Viona Rosalina sempat menyembunyikan diri.
Namun secara perlahan dan pasti, Eko mulai menerima situasinya. Bagaimana keluhan terbarunya?
Tidak Menuntut Ganti Rugi
Dalam sebuah wawancara yang tayang di program FYP melalui saluran Trans7, Eko menyampaikan bahwa kejadian tersebut meninggalkan luka batin yang dalam.
Waktu itu aku menutup diri. Masih trauma, jadi enggak mau ketemu orang.kata Eko, dikutip Senin (6/4/2026).
Peristiwa perampokan itu menyulitkannya untuk berkomunikasi, bahkan dengan teman dekatnya.
Meski mengalami kerugian yang besar, Eko memutuskan untuk menerima kejadian itu dengan ikhlas dan tidak mengajukan tuntutan ganti rugi.
Sudah menerima dengan ikhlas. Kata hakim juga mengenai tuntutan kerugian, ya sudah, mungkin memang sebaiknya diterima dengan ikhlas, tuturnya.
Ia kini berusaha menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan menerima situasi yang telah terjadi.
Bangun Kembali dan Mulai Berinteraksi Sosial
Seiring berjalannya waktu, keadaan Eko perlahan membaik.
Ia menyatakan rasa terima kasih karena sekarang sudah mampu berkomunikasi dan bertemu kembali dengan teman-temannya.
Sekarang alhamdulillah bisa bertemu dengan teman-teman, menerima telepon dari mereka adalah sebuah berkah bagi saya, ucapnya.
Bahkan, Eko sudah mampu tertawa menghadapi kondisi rumahnya yang pernah dirusak.
Jika aku mengundang juga sia-sia, rumah sudah tidak ada artinya lagi, katanya sambil bercanda.
Kronik Perampokan Rumah Eko Patrio
Diketahui bahwa rumah Eko Patrio dirusak oleh massa pada malam Sabtu, 30 Agustus 2025, di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan.
Peristiwa itu terjadi ketika gelombang Aksi Protes Indonesia Agustus 2025 sedang berlangsung.
Orang-orang mulai berkumpul sekitar pukul 21.00 WIB sebelum akhirnya masuk dan merusak barang-barang di dalam rumah.
Kejadian tersebut menjadi salah satu momen gelap yang pernah menggoncang kehidupan pribadi Eko Patrio.
Sekarang, ia memutuskan untuk bangkit, berdamai dengan situasi, dan melanjutkan perjalanan hidupnya ke depan.
(Style.com)(Kompas.com/Andika Aditia)