Gempa M 7,6 Bitung Sulut Picu Tsunami -->

Gempa M 7,6 Bitung Sulut Picu Tsunami

5 Apr 2026, Minggu, April 05, 2026
Gempa M 7,6 Bitung Sulut Picu Tsunami

Gempa bumi dengan kekuatan 7,6 skala Richter terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada pagi hari ini. Gempa yang berada di sebelah selatan Bitung tersebut sempat menimbulkan gelombang tsunami dan diikuti oleh ratusan gempa pengganti.

Dilaporkan oleh detikcom, Jumat (3/4/2026), berikut ini beberapa fakta yang diketahui mengenai gempa bumi yang menyebabkan tsunami kecil di Bitung Sulut.

1. Kekuatan serta Posisi Titik Epik Gempa

Berdasarkan data terbaru dari BMKG, gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Kekuatan gempa yang tercatat berdasarkan data terakhir adalah sebesar M 7,6.

Episentrum gempa berada di 129 kilometer (km) sebelah tenggara Bitung, Sulut, dengan kedalaman 33 km. Secara tepat berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara (LU)-126,27 Bujur Timur (BT).

2. Pernah Menyebabkan Tsunami, Kini Peringatan Dicabut

BMKG menyebut gempa ini berpotensi memicu tsunami di kawasan Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut). BMKG mencatat terjadinya gelombang tsunami di dua daerah tersebut.

Tsunami di Halmahera Barat mencapai ketinggian 0,3 meter. Selain itu, BMKG juga mengamati adanya gelombang tsunami sebesar 0,2 meter di Bitung pada pukul 07.15 Wita. Meskipun ukurannya kecil, situasi ini tetap memerlukan waspada karena kemungkinan adanya gelombang tambahan masih ada.

Gempa bumi ini berpotensi memicu tsunami di kawasan Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung, dengan status siaga yang menunjukkan ketinggian gelombang tsunami berkisar antara 0,5 hingga 3 meter, demikian disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers virtual pada Kamis (2/4/2026).

Namun, informasi terbaru dari BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami. "Peringatan Dini TSUNAMI yang diakibatkan oleh gempa berkekuatan 7,6 SR, lokasi: 129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu: 02-Apr-26 05:48:16 WIB, telah selesai," tulis BMKG.

3. Sembilan Wilayah yang Terkena Dampak Tsunami

BMKG mencatat bahwa terdapat sembilan daerah yang terkena dampak tsunami sebelum peringatan diberhentikan, berikut datanya:

1. Barat Halmahera 0,3 meter

2. Gita 0,24 meter

3. Bitung 0,2 meter

4. Kedi 0,15 meter

5. Tagulandang 0,19 meter

6. Sidangoli 0,35 meter

7. Minahasa Utara 0,75 meter

8. Belang 0,68 meter

9. Bumbulan 0,13 meter

"Inilah yang tercatat dalam catatan kami," tambah Faisal.

4. Pemahaman Jenis dan Penyebab Gempa Bumi

BMKG mengatakan bahwa gempa berkekuatan M 7,6 di Sulut terjadi akibat perubahan bentuk lapisan kerak bumi. Selanjutnya, menurut analisis, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik.

"Karena adanya aktivitas deformasi kerak bumi, yaitu proses subduksi laut Maluku. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi akibat pergerakan naik (thrust vault)," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.

BMKG juga mengungkap bahwa kategorinya adalah gempa megathrust atau gempa bumi berkekuatan besar. "Jika kategori megathrust mencapai kedalaman 30 meter, jadi memang dangkal dan (gempa) laut serta termasuk megathrust," ujar Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Riyono.

5. Satu orang meninggal akibat tertimpa puing-puing

Seseorang dilaporkan tewas akibat tertimpa bangunan yang runtuh. "Satu korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan telah dibawa ke rumah sakit," ujar juru bicara Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, seperti dikutip Antara, Kamis (2/4/2026).

Basarnas juga mencatat satu orang yang mengalami cedera. Satu orang lainnya mengalami patah kaki akibat melompat dari toko," katanya. Korban tersebut saat ini masih mendapatkan perawatan.

6. Bangunan Gereja hingga Kantor Walikota Mengalami Kerusakan

Di dalam rekaman video yang diunggah oleh BNPB, tampak bangunan gereja dalam kondisi rusak parah. Puing-puing bangunan tersebar di dalam gereja. Kerusakan juga terjadi pada dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan. Di sisi lain, di Kota Bitung.

Berdasarkan informasi dari BPBD Bitung, empat kecamatan di Kota Bitung terkena dampak gempa, yaitu Maesa, Matuari, Madidir, dan Lembeh Utara. Beberapa bangunan milik warga serta tempat ibadah juga mengalami kerusakan.

Dinding di lantai empat kantor Wali Kota Bitung ambruk akibat gempa. Kerusakan juga terjadi di kantor BPBD Bitung, di mana dindingnya roboh karena getaran dari gempa tersebut.

Selain itu, rumah penduduk di Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, mengalami kerusakan setelah dindingnya ambruk. Kerusakan juga terjadi pada beberapa bangunan tempat ibadah.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar Pantai Girian Bawah, saat terjadinya gempa, kondisi air laut mengalami penurunan sekitar 7-10 meter dari garis pantai, sedangkan di pantai candi (Bitung Barat Dua) air sempat surut sekitar 5 meter dari tepian pantai," ujar Fivy.

7. Tiga Wilayah Paling Terkena Dampak

BMKG mengungkapkan bahwa terdapat tiga provinsi di wilayah utara Sulawesi dan Maluku yang paling terkena dampak gempa besar tersebut. Berdasarkan data dari BMKG, tiga provinsi yang paling terdampak oleh gempa berkekuatan 7,6 skala megathrust ini adalah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

"Minimal terdapat 3 provinsi yang mengalami gempa cukup besar, yaitu Malut, Sulut, dan Gorontalo," kata Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Triyono dalam konferensi pers, Kamis (2/4/2026).

8. 180 Gempa Susulan

Gempa bumi lanjutan masih terjadi setelah gempa berkekuatan (M) 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). BMKG mencatat sebanyak 180 gempa susulan hingga sore hari Kamis.

Sampai pukul 16.15 WIB, jumlah gempa bumi susulan (aftershock) yang tercatat mencapai 180 kali dengan magnitudo terendah M 1,7 dan tertinggi M 5,8," ujar Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, pada Kamis (2/4/2026).

Gempa tektonik terbaru yang dilaporkan oleh BMKG terjadi pada pukul 15.51 WIB dengan kekuatan M 4,9 (sebelumnya dinyatakan M 5,1). Gempa ini berada di koordinat 1,38 derajat lintang utara (LU) dan 126,64 derajat bujur timur (BT), tepatnya berada di laut sejauh 98 km arah barat laut Jailolo, Maluku Utara, dengan kedalaman 10 km.

9. Menteri Koordinator PMK Meminta Pemetaan dan Evakuasi Korban

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mendorong pendaftaran dan evakuasi para korban gempa di Sulawesi Utara (Sulut) serta Maluku Utara (Malut) dilakukan secara cepat. Pratikno menegaskan bahwa keselamatan para korban adalah prioritas utama.

"Harap terus dilakukan seperti yang telah disampaikan sebelumnya, ini pentingnya pendataan, pentingnya dalam pencarian dan evakuasi korban. Keselamatan manusia adalah prioritas utama. Oleh karena itu, pada awalnya harus terus dilakukan pencarian, penyelamatan, serta evakuasi korban secepat mungkin agar mendapatkan pelayanan yang terbaik," kata Pratikno saat rapat koordinasi virtual (rakor) dengan Kepala BNPB, BMKG, dan Basarnas, Kamis (2/4/2026).

Pratikno mengatakan bahwa data korban tidak boleh dianggap remeh. Hal ini menyebabkan informasi harus disampaikan secara cepat demi keselamatan masyarakat.

10. Prabowo Menerima Laporan Akibat Gempa Bumi

Kepala Staf Kepresidenan Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan mengenai gempa dan tsunami yang terjadi di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Prabowo mendapatkan informasi tersebut dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

"Presiden tadi pagi sudah menerima laporan dari Kepala BNPB mengenai kejadian di Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, khususnya di Kota Bitung dan Kota Ternate serta Pulau Batang Dua," ujar Teddy kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Teddy menyampaikan bahwa seluruh komponen telah ditempatkan di lokasi gempa dan tsunami. Petugas ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi penduduk yang terkena dampak.

"Tim respons cepat BNBP wilayah, aparat TNI-Polri, dan pemerintah daerah langsung melakukan pengecekan serta evakuasi di lokasi yang terkena dampak," katanya.

Baca selengkapnya di Berita Detik

Fakta-fakta Gempa Berkekuatan 7,6 Skala Richter di Bitung Sulut yang Menyebabkan Tsunami

TerPopuler