
bengkalispos.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni hadir dalam perayaan Kwibuka ke-32, acara tahunan untuk merenungkan pembunuhan massal di Republik Rwanda, Afrika Tengah.
Ia menyoroti keberhasilan Rwanda dalam pengelolaan lingkungan sebagai contoh penting bagi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Menhut mengatakan peringatan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan untuk merenungkan sejarah, tetapi juga menjadi pelajaran dunia mengenai pemulihan dan pembangunan yang berkelanjutan.
"Perjalanan luar biasa Rwanda dalam proses pemulihan tidak hanya terlihat di tengah masyarakatnya, tetapi juga pada tekad kuatnya terhadap pengelolaan lingkungan," kataMenhutRaja Antoni hadir dalam perayaan Kwibuka yang ke-32 di Jakarta, Selasa (7/4/2026).Kehadiran Menteri Pertanian Raja Antoni dalam perayaan Kwibuka yang ke-32 ini merupakan wakil pemerintah Indonesia, berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti salah satu contoh nyata, yaitu keberhasilan pelestarian gorila gunung di Taman Nasional Volcanoes.
Inisiatif ini dianggap sebagai model dunia dalam melestarikan keanekaragaman hayati melalui kebijakan yang konsisten dan perlindungan wilayah yang kuat.
Melalui kebijakan perlindungan yang konsisten serta partisipasi aktif masyarakat setempat, jumlah populasigorilameningkat secara signifikan dan menjadi simbol keberhasilan konservasi global," katanya.Ia menyatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya memengaruhi sisi ekologis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian negara Rwanda.
Pariwisata yang berfokus pada konservasi, terutama pengamatan gorila, menjadi salah satu sumber pendapatan devisa utama negara tersebut.
"Ini menunjukkan bahwa konservasi dan pertumbuhan ekonomi bisa berlangsung bersamaan," katanya.Selanjutnya, Menteri Kehutanan menekankan perlunya pengelolaan yang kolaboratif dalam mengelola daerah konservasi.
Pendekatan layanan ekosistem dianggap sebagai kunci keberhasilan Rwanda.
Hutan tidak hanya dianggap sebagai daerah yang dilindungi, tetapi juga memberikan manfaat nyata seperti pasokan air, penyerapan karbon, serta menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat."Konservasi memiliki relevansi ekologis serta nilai ekonomi. Taman nasional kini tidak lagi dianggap sebagai batas wilayah hidup, melainkan sebagai sumber kesejahteraan bersama," ujarnya.(ddy/jpnn)