Indonesia Kembalikan Tiga Benda Bersejarah dari Belanda -->

Indonesia Kembalikan Tiga Benda Bersejarah dari Belanda

8 Apr 2026, Rabu, April 08, 2026

bengkalispos.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia berhasil mengembalikan tigaartefak bersejarahdari Belanda. Ketiga benda tersebut adalah Patung Shiva abad ke-13 dari Jawa Timur, Batu Bersurat Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, Al-Qur'an yang dimiliki Teuku Umar, merupakan bagian dari upaya pemulihan warisan budaya yang direbut selama masa kolonial. 2. Al-Qur'an milik Teuku Umar, sebagai bagian dari usaha mengembalikan warisan budaya yang diambil pada masa penjajahan. 3. Berikutnya, Al-Qur'an yang dimiliki oleh Teuku Umar, merupakan bagian dari upaya repatriasi warisan budaya yang hilang selama masa kolonial. 4. Al-Qur'an Teuku Umar, sebagai bagian dari langkah pemulihan warisan budaya yang dirampas pada masa kolonial. 5. Selanjutnya, Al-Qur'an yang ada dalam kepemilikan Teuku Umar, merupakan bagian dari upaya pengembalian warisan budaya yang diambil saat kolonial. 6. Al-Qur'an milik Teuku Umar, sebagai bagian dari tindakan repatriasi warisan budaya yang diambil pada masa penjajahan. 7. Berikutnya, Al-Qur'an yang dimiliki oleh Teuku Umar, merupakan bagian dari upaya pemulihan warisan budaya yang direbut selama masa kolonial. 8. Al-Qur'an milik Teuku Umar, sebagai bagian dari usaha mengembalikan warisan budaya yang diambil pada masa kolonial.

Pengembalian ini disepakati oleh Tim Repatriasi Kementerian Kebudayaan dan Komite Koleksi Kolonial Belanda, serta diselesaikan dalam pertemuan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains Belanda, Gauke Moes pada akhir 2026 di Den Haag, Belanda.

Perjanjian pengembalian ditandatangani pada 31 Maret 2026 di Den Haag oleh Duta Besar RI untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, dan Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili.

Kedua benda tersebut sebelumnya termasuk dalam koleksi Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden.

Menteri Budaya Fadli Zon menekankan bahwa pengembalian ini adalah langkah penting dalam pemulihan keadilan sejarah serta penguatan identitas budaya nasional.

"Kembalikan ini bukan hanya perpindahan benda purbakala, tetapi pemulihan ingatan bersama dan martabat bangsa, serta tindakan nyata menuju perdamaian sejarah," katanya, Rabu (8/4).

Pengembalian ini memperkuat tren positif kerja sama antara Indonesia dan Belanda dalam bidang kebudayaan, termasuk keberhasilan pengembalian fosil Manusia Jawa pada tahun 2025 setelah lebih dari satu abad disimpan di Belanda.

Penggalian terhadap Prasasti Damalung juga mengindikasikan kepentingan kerja sama penelitian lintas negara.

Saat ini, proses pengiriman benda purbakala sedang berlangsung menuju Indonesia dan direncanakan akan diserahkan ke Museum Nasional Indonesia.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen mereka dalam memperkuat upaya pencarian dan pengembalian warisan budaya yang berada di luar negeri, sekaligus membuka kerja sama penelitian global serta memastikan akses yang luas bagi masyarakat guna kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.(esy/jpnn)

TerPopuler