
Ringkasan Berita:
- SATP menyelenggarakan Hari Kokurikuler 2026 pada tanggal 9-10 April di Mimika. Dengan mengusung tema "Karya Nusantara".
- Acara ini menggabungkan kurikulum resmi dengan tindakan nyata seperti pertunjukan seni, literasi budaya, dan hari pasar.
- Didukung oleh YPMAK dan PT Freeport Indonesia, program ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dan karakter siswa melalui pengalaman belajar langsung yang bermakna.
Liputan Jurnalis PapuaTengah.com, Feronike Rumere
-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA - Pendidikan di tanah Papua semakin kreatif ketika ratusan siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) mengubah teori pembelajaran menjadi tindakan nyata dalam perayaan Kokurikuler Day 2026, Jumat (10/4/2026).
Berjudul "Karya Nusantara", acara yang berlangsung hingga Jumat (10/4/2026) di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah ini berperan sebagai jembatan antara kurikulum resmi dengan pengembangan kreativitas siswa.
Sekolah binaan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) yang menjadi pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menyajikan proses belajar mengajar dengan menggunakan pertunjukan drama, tarian tradisional, pameran seni, serta kegiatan pasar hari.
Wakil Kepala Sekolah untuk Bidang Kurikulum SATP, Dewa Komang Tri Mahayana, menyatakan bahwa persiapan yang matang telah dilakukan sejak bulan Januari.
Ia menekankan bahwa setiap tingkat kelas memiliki fokus karya yang khusus, tetapi tetap berkaitan dengan pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Pancasila, hingga Pendidikan Agama.
"Siswa kelas 2 sampai 6 memiliki tugas yang berbeda. Beberapa fokus pada literasi melalui buku saku cerita rakyat Papua, sementara yang lain belajar wirausaha dan pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas," ujar Dewa.
Pujian serupa diungkapkan oleh Wakil Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon (YPL), Oktavianus Victor Rori.
Octovianus menganggap pengintegrasian nilai kebenaran dan kebajikan dalam Kegiatan Kokurikuler Day sebagai langkah yang strategis dalam membentuk generasi Papua yang berkualitas.
"Inovasi ini sesuai dengan visi kami dalam menciptakan pendidikan berkualitas yang mampu menghadapi tantangan masa kini tanpa mengabaikan akar budaya," katanya.
Selanjutnya dalam Kokulikuler Day 2026, SATP menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya muncul dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman langsung yang bernilai bagi masa depan siswa. (*)