
bengkalispos.comMawar de Jongh ikut berpartisipasi dalam serial terbaru Netflix yang berjudulLuka, Makan, Cinta. Di dalam serial tersebut, ia memainkan peran Luka, seorang koki yang penuh ambisi.
Tugas itu mengharuskan Mawar mempelajari dunia kuliner dengan sungguh-sungguh. Ia juga harus berakting melawan Deva Mahenra yang memainkan peran sebagai Dennis.
Untuk memperkuat perannya, Mawar melakukan berbagai persiapan sebelum proses pengambilan gambar dimulai. Salah satu hal yang dilakukannya adalah mempelajari teknik dasar memasak dan keterampilan di dapur.
Ia mengakui telah memperoleh banyak pengalaman baru selama menjalani proses tersebut. Bahkan, sekarang ia lebih percaya diri dalam memotong bahan makanan.
"Jujur setelah syuting ini aku agak lebih percaya diri dengan potong ya," katanya saat berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (15/4/2026).
Mawar menjelaskan bahwa cara memotong ternyata lebih rumit dari yang diperkirakan. Banyak hal yang perlu diperhatikan agar mendapatkan hasil yang optimal.
"Jadi memang benar ada tekniknya semua, dan tidak boleh takut pada pisau tajam karena itu membantu kita saat memotong, dan setelah itu memang belajar memasak beberapa hidangan," katanya.
Tidak hanya itu, para pemain juga mengikuti sesireading yang dibarengi dengan workshopkhusus. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sifat serta kemampuan dalam memasak.
"Ketika proses reading, kita juga ada workshopkita semua bersama teman-teman yang berada di dapur. Kita belajar daribasic-nya banget," ucapnya.
Dalam workshopitu, wanita berusia 24 tahun ini bersama rekan-rekannya diperkenalkan dengan berbagai teknik dasar. Mereka juga mempelajari cara mengidentifikasi peralatan dapur secara rinci.
Kita diberi presentasi tentang nama alat memotong, ini adalah nama teknik memasaknya, ini pisau. Terus kita juga diajarkan cara memotong. Selanjutnya, untuk Luka dan Dennis, fokusnya memang diplating," ungkapnya.
Namun, proses penyalutan ternyata bukan hal yang mudah untuk dikuasai. Mawar mengakui bahwa ia pernah meremehkan bagian tersebut di awal.
Jadi ternyata hal itu cukup sulit. Seperti awalnya, 'Oh kitaplating"tapi ternyata sulit dan seperti bagaimana cara menggabungkan semuanya," tambahnya.
Tantangan semakin terasa saat harus mengatur hiasan kecil di atas hidangan. Diperlukan perhatian penuh agar hasilnya tampak sempurna.
"Terus apa lagi jika sudah masuk ke hiasan-hiasan yang cukup kecil, itu seperti membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi," katanya.
Selain konsentrasi, ketenangan tangan juga merupakan hal yang sangat penting. Perempuan asal Belanda mengakui bahwa hal ini cukup sulit dikuasai, terutama ketika pertama kali mencoba.
Ya, dan tangannya tidak boleh seperti itu (gemetar). Ini sangat sulit dan sangat bersyukur karena didampingi oleh chef selama prosesnya, jadi agak percaya diri saat syuting," tutupnya.(*)