Jetour T2, SUV Chindo Paling Maskulin di Indonesia -->

Jetour T2, SUV Chindo Paling Maskulin di Indonesia

18 Apr 2026, Sabtu, April 18, 2026

bengkalispos.com– Di tengah semarak mobil Tiongkok yang selalu terkait dengan elektrifikasi, Jetour T2 memilih jalur yang berbeda, yang justru membuatnya terasa akrab.

Ya, sebagian besar SUV dari negara Tirai Bambu menggunakan sistem elektrifikasi, baik dalam bentuk hybrid maupun kendaraan listrik. Hal ini wajar mengingat tren yang memang sedang menuju ke arah mobil elektrifikasi yang semakin diterima di Indonesia.

Namun tindakan Jetour dengan T2, berbeda.

Ia merupakan kendaraan SUV yang mengandalkan mesin bakar murni atauinternal combustion engine(ICE) yang berfokus pada kemampuan menjelajahi medan yang sulit.

Fakta tersebut justru sesuai dengan konsumen yang antusias terhadap mesin bakar, yang tidak ingin khawatir mengenai daya tahan baterai dalam sistem elektrifikasi.

 

Dan konsumen yang suka dengan mobil ICE murni itu masih banyak di Indonesia. Termasuk kelas Large SUV yang diisi oleh nama-nama besar seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.

Mengapa dibandingkan dengan Fortuner dan Pajero Sport? Karena secara ukuran tubuh mereka hampir sama.

Ukuran Jetour T2 yaitu 4.785x2.006x1.880 mm dengan jarak sumbu roda 2.800 mm, sementara Toyota Fortuner memiliki dimensi 4.795x1.855x1.835 mm dan jarak sumbu roda 2.745 mm.

Artinya dibanding Toyota Fortuner misalnya, Jetour T2 hanya lebih pendek 10 mm namun lebih lebar dengan wheelbase lebih panjang 55 mm.

Di sisi lain, penggunaan mesin bensin memberikan keunggulan bagi Jetour T2 berupa kenyamanan berkendara yang lebih baik karena sistem tenaga yang lebih halus dan sunyi.

Mesin 2.000 cc turbo itu mengeruk hingga 245 ps (242 dk) dengan torsi yang memuntir hingga 375 Nm sejak 1.750 rpm.

Semua potensi itu lalu disalurkan ke semua roda (AWD) dengan transmisi kopling ganda 7-percepatan. Betul, transmisi dual clutch yang sering dipakai mobil-mobil sport itu juga digunakan oleh Jetour sang SUV petualang.

 

Saat kami uji 0-100 km/jam, Jetour T2 menuntaskannya dalam 8,4 detik, lebih kencang dari Toyota Fortuner 2.8 GR Sport 4x4 yang perlu 10,3 detik.

Saat tidak full throttle pun Jetour T2 tetap menyenangkan. Di mode manual, perpindahan gigi (shifting) terasa sigap khas kopling ganda. Terlebih dengan posisi tuas transmisi yang ada di tengah konsol-bukan di kolom setir seperti beberapa SUV Tiongkok, rasanya sangat intuitif.

Meskipun percepatan yang cepat danshiftingcepat, ada biaya yang harus dikeluarkan akibat kecepatan Jetour T2.

Transmisi kopling ganda menghadapi masalah khas berupa sensasi yang tidak halus pada kecepatan rendah, dan hal ini juga terjadi pada Jetour T2.

SUV dengan kapasitas lima penumpang ini terasa tidak nyaman ketika melaju perlahan di kemacetan yang sering terjadi di kota besar seperti Jakarta.

Jetour T2 terasa memerlukan putaran mesin yang sedikit tinggi hanya untuk mulai bergerak dari keadaan diam. Bagi pengemudi yang terbiasa dengan transmisi hidrolik, terutama CVT, tampaknya akan membutuhkan penyesuaian terhadap karakter transmisi DCT ini.dual clutch transmission) ini.

Namun ketika kami memasuki jalur yang buruk atau off-road, baru terlihat bahwa Jetour menunjukkan ekspresi ceria.

Tidak diragukan lagi, T2 adalah mobil paling siap untuk medan offroad, setidaknya di antara 14 mobil yang ikut dalam program Parade Chindo ini.

Lihat saja ban yang digunakan, yaitu jenis AT (all-terrain) yang mempertahankan daya cengkeramnya di permukaan licin. Sistem penggeraknya juga sudah menggunakanlockeruntuk menghadapi tantangan yang lebih berat.

 

Dengan tersedia mode berkendara Normal, Eco, Sport, Snow, Mud, Sand, Rock, dan X Smart Mode, kami memilih X Smart Mode saat memasuki uji coba offroad.

Di mode X Smart, sistem secara cerdas mengatur distribusi torsi pada semua roda untuk mempertahankan daya cengkeram.

Tidak sulit bagi Jetour T2 untuk melewatiobstacledimulai dari lumpur, kemiringan tajam, hingga cekungan tanah yang memaksa salah satu atau dua ban tergantung.

Dalam kondisi roda terangkat yang berarti kehilangan daya cengkeram,lockerseperti obat ajaib yang memungkinkan mobil terus berjalan.

Kami juga menyukai sudut-sudut penting pada Jetour T2. Dengan sudut masuk 39 derajat, sudut keluar 33 derajat, dan sudut landasan 25 derajat, sangat jarang bagian bawah mobil mengenai tanah meski melewati lereng yang curam.

Bisa dikatakan, dengan bodi monokok, mesin yang kuat, dan transmisi yang responsif, Jetour T2 terasa gesit dan nyaman saat digunakan di jalan raya. Selanjutnya denganlockerdalam sistem penggerak, sudut-sudut sasis yang optimal, serta mode berkendara X Smart Mode yang cerdas, Jetour T2 terasa mampu dalam kondisi off-road.

Bonusnya, meskipun SUV asal Tiongkok kini kebanyakan memiliki tampilan menarik, tetapi pesona Jetour T2 terasa lebih maskulin dibandingkan yang lain.

Bentuk tubuh yang kokoh, bumper yang lebar, dan ban AT membuatnya terlihat lebih perkasa. Ditambah postur yang tinggi, memperkuat kesan otoritasnya saatbumper to bumperdengan kendaraan lain di keramaian.

Tentu saja, suara mesin yang menggelegar, dorongan saat transmisi beralih ke gigi berikutnya, serta sistem operasi yang sederhana membuat Jetour T2 terasa dekat dengan masyarakat Indonesia.

Dengan harga jual sebesar Rp 588 juta, kami percaya bahwa Jetour T2 memiliki peluang besar untuk menarik perhatian penggemar SUV, khususnya bagi yang membutuhkan kemampuan nyata di berbagai jenis medan.

TerPopuler