
Ringkasan Berita:
- Kepala Kepolisian Resor Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga, memimpin Rapat Operasional Bulanan Triwulan I Tahun 2026 di Polres Sigi, yang bertujuan sebagai evaluasi dan penyusunan strategi pengamanan.
- Pengecekan meliputi hasil kinerja, penyelesaian kasus, serta gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat dari bulan Januari hingga Maret 2026.
- Kepala Kepolisian Resor menekankan perlunya pendekatan pencegahan dan pengenalan dini dalam menjaga ketenangan dan keamanan. Pemetaan daerah yang rentan, pembinaan masyarakat, serta patroli berbasis data menjadi perhatian utama.
Liputan Jurnalis palu.com, Andika Satria Bharata
PALU.COM, SIGI –Kepala Kepolisian Resor Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga, secara langsung memimpin pelaksanaan Gelar Operasional (GO) Bulanan Polres Sigi Triwulan I Tahun 2026 di Aula Simpotowe Polres Sigi.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin lembaga, tetapi juga menjadi wadah penting untuk menilai kinerja serta menyusun tindakan nyata dalam menghadapi perubahan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sigi.
Dalam gelar operasional tersebut, jajaran Polres Sigi melakukan analisis dan evaluasi (anev) terhadap pelaksanaan tugas selama bulan Januari hingga Maret 2026, termasuk pencapaian kinerja, penanganan perkara, serta pola gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjadi.
Hasil penilaian ini menjadi fondasi penting dalam menyusun rencana perlindungan berikutnya, khususnya dalam menghadapi kemungkinan gangguan yang mungkin muncul di tengah masyarakat.
Kepala Kepolisian Resor Sigi menekankan bahwa pendekatan yang bersifat reaktif saja tidak cukup untuk menjaga stabilitas keamanan.
Menurutnya, tindakan pencegahan dan pengenalan dini harus menjadi fokus utama dalam setiap pelaksanaan tugas polisi.
"Operasi ini bukan hanya penilaian, tetapi kesempatan untuk memastikan setiap tindakan yang kita lakukan ke depan lebih jelas arahnya, dapat diukur, dan mampu merespons perubahan situasi kamtibmas secara cepat serta akurat demi menjaga kepercayaan masyarakat," katanya. Jumat (3/4/2026).
Ia juga menekankan kepentingan pemetaan daerah rentan sebagai bagian dari strategi perlindungan.
Setiap polsek diharapkan lebih giat mengenali kemungkinan konflik sosial, tindak kriminal, atau gangguan keamanan lainnya dalam wilayahnya masing-masing.
Selain itu, Kapolres menekankan peningkatan kegiatan bimbingan dan sosialisasi (binluh) terhadap masyarakat.
Usaha ini dianggap penting dalam meningkatkan kesadaran hukum serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan yang nyaman.
Di sisi lain, peningkatan pengawasan harian juga menjadi fokus utama.
Pengawasan tidak hanya dilakukan secara formal, tetapi harus didasarkan pada data dan fokus pada area yang memiliki risiko tinggi.
Kapolres juga menekankan perlunya keterlibatan lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun elemen lain yang relevan, dalam membentuk sistem keamanan yang menyeluruh.
Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat tidak hanya tergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Dengan gelar operasional ini, Polres Sigi diharapkan mampu memperkuat strategi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berfokus pada pencegahan jangka panjang.
Dengan pendekatan yang lebih terukur dan berdasarkan penilaian, Polres Sigi berkomitmen mempertahankan ketertiban dan keamanan masyarakat tetap kondusif, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga secara berkelanjutan. (*)