-MEDAN.COM, TAPANULI UTARA-Rasa sedih menghiasi rumah kecil di Janji Matogu, Desa Lobu Siregar I, Kecamatan Siborongborong, pada Sabtu (4/4/2026).
Beberapa orang yang hadir bergantian, sebagian duduk berkelompok di ruang tamu, sedangkan sebagian lainnya berdiri di halaman.
Di tengah suasana duka, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM, tiba bersama rombongan untuk menghadiri upacara pemakaman almarhum St H Siahaan, yang meninggal dunia pada usia 69 tahun.
Pengunjung tersebut dilakukan oleh Rapidin setelah kegiatan menyerap aspirasi para petani dan komunitas Pomparan Raja Naiambaton (Parna) di Kecamatan Sipoholon.
Ia tiba bersamaan dengan Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertaty Siahaan, Ketua DPC PDI Perjuangan Tapanuli Utara Jimmy Tambunan, Ketua DPRD Tapanuli Utara Rudy Nababan, serta Bendahara DPC Tiur Silitonga.
Kedatangan rombongan dihiasi dengan keheningan oleh keluarga dan masyarakat.
Rapidin berjalan perlahan memasuki rumah, menghampiri anggota keluarga satu per satu sebelum duduk sejenak di dekat kerabat terdekat almarhum.
Widow almarhum, Boru Panjaitan, terlihat didampingi anggota keluarga menunggu jenazah suaminya dimakamkan setelah acara adat.
Di hadapan anggota keluarga, Rapidin menyampaikan rasa belasungkawa dan mengakui kaget mendengar berita duka tersebut.
"Kami merasa terkejut, karena selama ini kami mengenal beliau dalam keadaan sehat. Namun kita percaya, segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan," katanya.
Ia menyatakan kehadirannya bukan hanya sebagai Ketua DPD, tetapi juga sebagai bagian dari kerabat dalam adat Batak.
Rapidin mengingat almarhum sebagai seseorang yang baik hati dan pernah menerima dirinya dengan hangat.
"Beliau adalah orang yang baik. Saya pernah datang ke sini dan disambut dengan penuh kehangatan, bahkan diberkati doa. Itu yang saya ingat," katanya.
Menurut Rapidin, kepergian St H Siahaan tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Almarhum diakui sebagai tokoh yang disegani dalam lingkungan Lobu Siregar.
"Tidak hanya keluarga yang kehilangan, kita semua juga kehilangan seseorang yang dihormati di sini," katanya.
Sorta Ertaty Siahaan juga menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga untuk tetap sabar menghadapi kehilangan ini.
Di sisi lain, Andy Siahaan, putra almarhum yang juga merupakan kader bawah tanah PDI Perjuangan, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Rapidin dan rombongan.
Ia mengatakan perhatian yang diberikan menjadi bentuk dukungan bagi keluarga.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa yang diberikan. Kami juga berdoa kepada Tuan Rapidin serta seluruh anggota keluarga besar PDI Perjuangan tetap tangguh dan semakin berhasil," katanya.
Sebelum pergi dari rumah duka, Rapidin bersama rombongan kembali berjabat tangan dengan keluarga.
Ia terlihat mendekati Boru Panjaitan, berbicara singkat sambil memberikan dukungan. Kelompok tersebut kemudian menyerahkan tali kasih sebagai wujud perhatian, sebelum berpamitan.(Jun--medan.com).